Tatar Pasundan Jurnal Diklat Keagamaan pISSN 2085-4005; eISSN 2721-2866 Volume XIV Nomor 1 Tahun 2020: 27-37 STAND UP COMEDY: LANGUAGE PRESERVATION ON BAHASA INDONESIA STAND UP COMEDY SEBAGAI UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA INDONESIA Yudha Andana Prawira 1 , Titim Kurnia 2 1 Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Bandung Jl. Soekarno Hatta No. 716 Bandung Email: yudania3@gmail.com 2 Dinas Pendidikan Kota Bandung SDN 138 Geger Kalong Girang Kota Bandung Email: 75titimkurnia@gmial.com Abstract Languages nowadays are on the way to its disappearance, with almost 50% of them in the process of extinction. The most effective to language preservation is by way using the media. Jurieen Survey (2016) elaborates that 61% of TV viewers fond of watching humor programs, one of which is stand up comedy. Hence, TV media is expected to contribute on language preservation, Bahasa Indonesia in particular. How significant the influence of stand up comedy and what aspects of comedy represent against language preservation are the two primary focuses on the research. Based on the data sources and analysis results, Four aspects of stand-up comedy cover: linguistic, social, economic and religious. The conclusion is stand up comedy can be an effective mean to preserve language and to educate the community. Stand up comedy would be easily accepted and digested by the community, due to its light and humorous presentation style. Keyword: language preservation; mass media; humor Abstrak Kekhawatiran musnahnya penggunaan bahasa-bahasa di dunia saat ini hampir 50% menuju kepunahan. Salah satu upaya pemertahanan yang dianggap paling efektif adalah melalui media massa. Pemirsa media televisi menyukai acara humor, yang salah satunya adalah stand up. Karena itu, media televisi diasumsikan dapat turut membantu upaya pemertahanan Bahasa Indonesia. Seberapa besar pengaruh stand up comedy terhadap pemertahanan dan aspek apa saja yang dapat direfresentasikannya menjadi kajian utama peneliti. Berdasarkan sumber data dan analisis peneliti, ada empat aspek dalam stand up comedy, yaitu linguistic, social, ekonomi, dan religious. Benang merah tersebut adalah bahwa stand up comedy bisa menjadi media efektif dalam pemertahanan Bahasa untuk kritik terhadap pemerintah maupun sebagai sarana pendidikan untuk masyarakat. Stand up comedy akan mudah diterima dan dicerna masyakat karena gaya penyajian yang ringan dan penuh kelucuan. Walaupun penggunaan Bahasa Indonesia masih merupakan Bahasa slank, namun paling tidak masih termotivasi untuk menggunakan Bahasa nasional daripada Bahasa asing, sebagai upaya pemertahanan Bahasa nasional. Kata kunci: pemertahanan bahasa; media masa; komedi