Arc. Com. Health Agustus 2021 p-ISSN 2302-139X e-ISSN 2527-3620 Vol. 8 No. 2: 292 - 303 e-mail korespondensi: dian_kurniasari@unud.ac.id 292 ANALISIS STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU BULLYING REMAJA AWAL DI DENPASAR Gusti Ayu Rusma Windiyana Putri, Ni Made Dian Kurniasari, I Ketut Tangking Widarsa Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana Alamat: Jalan PB. Sudirman, Denpasar, Bali 80232 ABSTRAK Bullying merupakan perilaku negatif yang dapat menyebabkan masalah kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perilaku bullying remaja awal di Denpasar. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian ini yaitu siswa dan siswi kelas VII dan VIII sejumlah 279, dipilih dengan multistage random sampling. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik responden, perilaku bullying, pengetahuan, sikap, konsep diri, stress akademik, situasi keluarga, konformitas teman sebaya, iklim sekolah, dan media menggunakan kuesioner dalam jaringan (daring) kobotoolbox. Data dianalisis menggunakan metode SEM. Hasil penelitian menunjukan bahwa prevalensi perilaku bullying remaja awal di Denpasar adalah 83,15% dengan kategori rendah. Bullying verbal paling sering dilakukan remaja awal dengan kategori rendah (71,68%) dan kategori tinggi (1,43%). Bullying psikologis dilakukan remaja awal dengan kategori rendah (46,95%) dan bullying fisik dengan kategori rendah (44,09%). Faktor yang signifikan memengaruhi perilaku bullying adalah situasi keluarga (total efek= -0,20), konformitas teman sebaya (total efek=0,17), iklim sekolah (total efek= -0,18), dan media (total efek=2,14). Perilaku bullying remaja awal di Kota Denpasar masih relatif tinggi, perlu adanya dukungan dari berbagai sektor untuk dapat mengontrol perilaku dan menurunkan prevalensi perilaku bullying. Kata Kunci: Bullying, Faktor Bullying, Remaja Awal, SEM ABSTRACT Bullying is a negative behavior that can cause mental health problems. This study aims to determine the factors that affecting the bullying behavior of young adolescents in Denpasar City. This is quantitative analytic research with cross-sectional design. The sample of this research is students of class VII and VIII, 279 young adolescents were selected by multistage random sampling. Data collected were respondents' characteristics, bullying behavior, knowledge, attitudes, self-concept, academic stress, family situations, peer conformity, school climate, and the media using an online questionnaire kobotoolbox. The results showed that the prevalence of bullying behavior young adolescents in Denpasar is 83,15% with low category. Verbal bullying was highest in low category (71.68%) and high category (1.43%) followed by psychological bullying in low category (46.95%) and physical bullying in low category (44.09%). Significant factors influencing young adolescent bullying behavior are family situation (total effect = -0,20), peer conformity (total effect = 0.17), school climate (total effect = -0.18), and media (total effect = 2.14). Bullying behavior of young adolescents in Denpasar City is still relatively high, support from various sectors is required to control behavior and reduce the prevalence of bullying behavior. Key Words: Bullying, Bullying Factors, Young Adolescent, SEM PENDAHULUAN Bullying saat ini merupakan masalah yang menjadi perhatian dunia. Bullying atau perundungan berasal dari kata “rundung” yang berarti mengganggu, mengusik terus-menerus, dan menyusahkan. Tujuan dari perilaku bullying adalah mendominasi, menyakiti, dan mengasingkan pihak lain, karena tindakan negatif ini bisa dilakukan oleh individu maupun kelompok (Putri, 2015). Bullying diklasifikasikan menjadi bentuk fisik, verbal, dan psikologis (Coloroso, 2007). Penelitian yang dilakukan pada tahun 2017 mendapatkan hasil bahwa bullying verbal paling banyak terjadi yaitu sebesar 47%, diikuti oleh bullying fisik (30%) dan bullying sosial/ psikologis (20%) (Marela et al., 2017). Bullying berdampak pada kesehatan mental dari pelaku, korban, dan orang sekitarnya. Hasil penelitian dari Finlandia menyebutkan dari 16.410 remaja, 1.423