Vol. 10 No. 1, Maret 2022 47 Perwitasari, Lidiyana, Haidiputri/Implementasi Penyusunan Laporan Keuangan Implementasi Penyusunan Laporan Keuangan Sesuai PSAK-EMKM Pada IKM GAZAL MAKMUR Kabupaten Probolinggo Dyah Ayu Perwitasari, Novita Lidiyana, Trivosa Aprilia Novadiani Haidiputri Universitas Panca Marga * e-mail : dyahayu@upm.ac.id Dikirim Direvisi Diterima 18 Februari 2022 21 Maret 2022 23 Maret 2022 Abstrak: Penelitian ini dilakukan pada IKM GAZAL MAKMUR Kabupaten Probolinggo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memudahkan bagi pemilik untuk menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan (SAK-EMKM). Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan kualitatif pendekatan studi kasus. Data diambil dengan menggunakan metode wawancara, dan dokumentasi. Permasalahan yang terjadi di IKM GAZAL MAKMUR adalah pencatatan keuangan yang selama ini dilakukan dengan metode yang sederhana. Pencatatan kas masuk dan kas keluar dinilai sudah mewakili dari keseluruhan dari pencatatan keuangan yang dilakukan. Artinya penerapan tersebut belum sesuai dengan SAK-EMKM yang berlaku. keterbatasan kemampuan SDM dalam menyusun laporan keuangan, yang belum sesuai dengan SAK EMKM, merupakan permasalahan utama dari hasil riset yang dilakukan. Sehingga untuk going concern usaha dan transaparasi keuangan harus dilakukan pencatatan keuangan, sesuai dengan pedoman pada standard yang berlaku. Kata kunci: UMKM, Laporan Keuangan, SAK EMKM Abstract: This research was conducted at IKM GAZAL MAKMUR, Probolinggo Regency. The purpose of this study is to make it easier for owners to prepare financial statements in accordance with financial accounting standards (SAK-EMKM). The type of research used is a qualitative case study approach. The data was taken by using the interview method, and documentation. The problem that occurs in IKM GAZAL MAKMUR is that financial records have been carried out using a simple method. The recording of cash in and cash out is considered to represent the entirety of the financial records carried out. This means that the application is not in accordance with the applicable SAK-EMKM. The limited capacity of human resources in preparing financial reports, which are not in accordance with SAK EMKM, is the main problem from the results of the research conducted. So for going concern business and financial transparency, financial records must be recorded, in accordance with the guidelines in the applicable standards. Keyword: UMKM, Financial Reports, SAK EMKM PENDAHULUAN Sektor Usaha mikro, usah kecil maupun menengah (UMKM) di Indonesia memiliki peranan penting bagi perkekonomian bagi Negara. Sebagai pilar penting dalam perekonomian Indonesia. Data Kemenkop dan UKM, menunjukkan total UKM di Indonesia sebesar 64.2 juta dan 61.07% berkontribusi pada Product Domestic Bruto (PDB). Dan mampu menyerap sebesar 97% dari total tenaga kerja yang ada di Indonesia dan investasi yang dapat dihimpun sebesar 60.4% dari total investasi yang ada. Dengan jumlah UMKM tersebut, tidak lepas dari tantangan yang ada. Peranan UMKM yang strategis tersebut mendorong pemerintah untuk merancang program- program yang dapat mendorong peningkatan kinerja baik dari sisi SDM, Permodalan dan Pemasaran (Widayanto, 2020). Program - program pemerintah yang dijalankan melalui pemberian insentif dan pembiayan melalui