Pemberdayaan Masyarakat Petani Dengan Penerapan Teknologi Pembuatan Insektisidasi... (L. Kurniasari) 41 L. Kurniasari e-mail: laeli_kurniasari@yahoo.co.id I. Hartati e-mail: indah_hartati@yahoo.com I. Riwayati e-mail: riway79@yahoo.com Laboratorium Proses Kimia Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim Semarang Jl Menoreh Tengah X/22 Semarang PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI PEMBUATAN INSEKTISIDA NABATI DARI LIMBAH PENYULINGAN DAUN NILAM Kabupaten Pemalang merupakan salah satu daerah penghasil minyak nilam yang cukup besar di Jawa Tengah. Lokasi petani penyuling minyak nilam di Kabupaten Pemalang terpusat di Kecamatan Belik dan Watukumpul dengan jumlah petani penyuling sekitar 67 orang. Pada proses penyulingan minyak nilam akan dihasilkan limbah berupa ampas daun dan ranting sisa penyulingan. Namun sampai saat ini limbah hanya dibuang begitu saja, sehingga dalam jumlah banyak dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Salah satu alternatif pengolahan limbah daun nilam adalah diolah menjadi insektisida nabati. Oleh karenanya dibutuhkan suatu kegiatan pelatihan dan penyuluhan pembuatan insektisida nabati di kalangan pentani penyuling minyak nilam sebagai salah satu upaya meminimalkan dampak limbah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan formulasi insektisida nabati di laboratorium proses kimia Unwahas, dilanjutkan dengan kegiatan penyuluhan dan pelatihan dilapangan serta proses evaluasi. Sasaran yang dituju khususnya adalah para petani penyuling minyak nilam, pemuda dan warga sekitar. Selain itu juga dilakukan koordinasi dengan pihak Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Belik. Hal ini tidak terlepas dari keinginan warga untuk dapat mengolah limbah daun nilam yang selama ini memang menjadi permasalahan utama di kalangan penyuling. Diharapkan dengan adanya penyuluhan dan pelatihan ini dapat membuka wawasan petani dalam mengolah limbahnya menjadi suatu produk yang memiliki nilai ekonomis. Kata Kunci : limbah, daun nilam, insektisida nabati Pendahuluan Dari hasil peninjauan di lapangan, ternyata di kabupaten Pemalang sebagian lahannya ditanami nilam dengan luas areal sebesar 1.210,000 hektar. Petani/pengrajin yang mengolah minyak dari penyulingan daun nilam relatif cukup banyak. Dari 14 kecamatan di Pemalang, sedikitnya terdapat 67 pengrajin minyak nilam yang berlokasi di Kecamatan Watukumpul dan Belik. Penyulingan yang dilakukan dengan menggunakan alat penyuling sederhana dan bahan konstruksi berasal dari drum bekas atau plat besi biasa (mild steel). Para petani/pengrajin minyak nilam, pada umumnya membuang limbah atau ampas hasil sulingan begitu saja, sehingga dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Hal ini sangat disayangkan, untuk itu perlu dilakukan suatu langkah pengembangan lebih lanjut sebelum limbah ini dibuang ke lingkungan. Sementara itu, limbah atau ampas penyulingan daun nilam ternyata mengandung senyawa seperti alkaloid, saponin dan glikosida yang bisa dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan insektisida, pewangi ruangan dan pupuk. Bahkan menurut penelitian Mardiningsih dan Wiratno, 1996, limbah penyulingan minyak nilam dapat digunakan sebagai penolak serangga ngengat (Thysanura lepismatidae) sampai 73,33 % selama 28 hari, S. zeamais dan Carpophilus sp., juga sebagai penghambat pertumbuhan serangga Stegobium paniceum. Untuk itu perlu diupayakan menerapkan teknologi pengolahan limbah menjadi produk yang berguna dan bernilai ekonomis, yaitu insektisida nabati. Pengembangan insektisida nabati untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) adalah untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan pertanian, perkebunan dan kehutanan pada masa akan datang. Isu global mengenai dampak lingkungan akibat penggunaan insektisida sintetis yang kurang bijaksana dan era pasar bebas yang akan dihadapi bangsa Indonesia, dimana konsumen sangat menginginkan produk pertanian yang aman, termasuk bebas dari insektisida sintetis. Disamping itu akibat krisis moneter yang berkepanjangan harga barang impor melambung tinggi termasuk insektisida sintetis, akibatnya sangat memberatkan petani. Sehingga pemanfaatan limbah penyulingan daun nilam sebagai insektisida nabati merupakan salah satu alternatif untuk mensubstitusi penggunaan insektisida sintetis dalam budidaya tanaman brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)