Marine Kreatif Available online at: Volume 4, Nomor 1, April 2020 http://utu.ac.id ISSN: 2581-2238 21 PELATIHAN PEMBUATAN ABON IKAN GABUS DI KAMPUNG SARMAYAM INDAH DISTRIK TANAH MIRING KABUPATEN MERAUKE Wahida 1 *, Sunarni 2 , Rosmala Widijastuti 3 1 Jurusan Teknik Pertanian, Universitas Musamus Merauke 2 Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Musamus Merauke 3 Jurusan Agroteknologi, Universitas Musamus Merauke *Korespondensi: wahida@unmus.ac.id ABSTRAK Masyarakat kampung Sarmayam Indah memanfaatkan ikan gabus sebagai ikan konsumsi dengan cara dibakar dan dimasak sehingga tidak dapat bertahan lama. Sehingga perlu dilakukan pengolahan ikan gabus agar lebih bisa bertahan lama dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Salah satu cara untuk mengembangkan pengolahan ikan gabus yakni menjadi Abon. Metode pelaksanaan terdiri dari tahap sosialisasi dan pelatihan pembuatan abon ikan. Kegiatan dilaksanakan bulan November 2018. Dengan adanya kegiatan sosialisasi dan Pelatihan pembuatan abon ikan di kampung Sarmayam Indah distrik Tanah Miring kabupaten Merauke masyarakat yang ada di kampung tersebut terutama ibu-ibu rumah tangga memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah ikan gabus terutama dalam pembuatan abon ikan gabus. Kata Kunci; Abon, Ikan Gabus, Pengolahan. PENDAHULUAN Wilayah Kabupaten Merauke sebagian besar termasuk wilayah datar dengan ketinggian 0 – 40 meter dpl, bahkan sebagian wilayah berada di bawah permukaan laut sehingga bentangan daerah pasang surut sampai mencapai 200 kilometer ke arah daratan. Bentang alam yang luasnya mencapai 45.071 km 2 , sementara jumlah penduduk yang relatif sedikit yakni hanya 175.389 jiwa dan kepadatan penduduk hanya 4,2 jiwa per km 2 . Sebaran wilayah Merauke yang sebagian besar berupa hutan, rawa dan lahan kosong. Sumberdaya air dan alam yang masih melimpah dan jumlah penduduk yang relatif kecil sehingga ketersediaan ikan secara alamiah hampir tersedia sepanjang waktu utamanya musim hujan. Salah satu jenis ikan yang banyak ditemukan di daerah rawa yaitu ikan gabus (Channa striata) yang sering diistilahkan dengan nama Gastor telah berkembang pesat ke seluruh perairan perikanan darat (hutan, rawa). Sementara hasil tangkapan ikan gastor yang dilakukan masyarakat setempat hanyalah digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian masyarakat lokal. Berdasarkan pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa ikan gastor dinilai ikan yang harganya murah, maka salah satu upaya untuk meningkatkan nilai jual diperlukan adanya penerapan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah. Upaya meningkatkan nilai tambah dengan cara memberikan sentuhan teknologi sehingga ikan gabus dapat dibuat menjadi abon ikan. Selain meningkatkan nilai tambah juga diharapkan mampu untuk meningkatkan citra produk ikan gabus yang bergizi tinggi. Abon merupakan produk olahan yang sudah cukup dikenal luas oleh masyarakat. Dewan Standarisasi Nasional (1995) mendefinisikan abon sebagai suatu jenis makanan kering berbentuk khas yang terbuat dari daging yang direbus, disayat-