Online ISSN: 2685-9882 Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3, No. 2 (Oktober, 2021) DOI:10.30596/ihsan.v3i2.8051 133 Penguatan Kapasitas Para Pihak Tentang Konservasi Sumber Daya Air Melalui Pembuatan Sumur Resapan di Nagori Rukun Mulyo Kecamatan Panombean Pane Kabupaten Simalungun Suryani Sajar Corresponding author: suryanisajar@yahoo.com Pengajar Program Studi Agroteknologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Pembangunan Panca Budi Jalan. Gatot Subroto Km.4. Simp. Tanjung Medan Sunggal. Medan 20122 Abstrak Nagori Rukun Mulyo merupakan kawasan mata air dan imbuhan air Nagahuta yang digunakan oleh masyarakat dalam bentuk sumur dangkal dan sungai serta menjadi sumber air perusahaan air minum daerah (PDAM) Tirtauli untuk melayani kebutuhan air masyarakat Kabupaten Simalungun dan Kota Pematang Siantar. Perubahan peruntukan tata guna lahan memberi pengaruh pada kawasan imbuhan mata air yaitu berkurangnya daya serap tanah sehingga menurunkan potensi cadangan air tanah, dan berujung pada penurunan debit mata air dan air tanah. Solusi untuk memecahkan masalah tersebut di atas adalah memberi pelatihan berupa : 1). Penguatan kapasitas tentang konservasi sumber daya air dan pelestarian lingkungan 2). Rancang bangun, menentukan titik lokasi dan pembuatan serta pemeliharaan sumur resapan.Sasaran kegiatan adalah para pihak terkait dan masyarakat Nagori Rukun Mulyo. Metode pelaksanaan kegiatan ini berupa diskusi dan demonstrasi. Selanjutnya dibangun 15 unit sumur resapan sebagai protype bagi para pihak dan masyarakat. Transfer Iptek ini diharapkan para pihak dan masyarakat mempunyai pemahaman pentingnya sumur resapan sebagai upaya konservasi air dan berkomitmen untuk mereplikasi sumur resapan secara mandiri atau membangun sumur resapan dari sumber pendanaan lainnya serta memelihara sumur resapan secara berkelanjutan. Kata kunci : Konservasi, Air, Prototype, Sumur Resapan Abstract Nagori Rukun Mulyo is a Nagahuta spring and recharge area that is used by the community in the form of shallow wells and rivers and is a source of water for the Tirtauli regional drinking water company (PDAM) to serve the water needs of the people of Simalungun Regency and Pematang Siantar City. Changes in land use designation have an effect on the recharge area of springs, namely reduced soil absorption, thereby reducing the potential for groundwater reserves, and leading to a decrease in spring and groundwater discharge. The solution to solve the problems mentioned above is to provide training: 1). Capacity building on water resources conservation and environmental conservation 2). Design and build and determine location points and maintenance of infiltration wells. The target of the activity is the relevant parties and the people of Nagori Rukun Mulyo. The method of implementing this activity is discussion and demonstration. Furthermore, 15 units of infiltration wells were built as prototypes. It is hoped that the transfer of science and technology will allow the parties and the community to understand the importance of infiltration wells as an effort to conserve water and are committed to independently replicating infiltration wells or building infiltration wells from other funding sources and maintaining infiltration wells in a sustainable manner. Keywords: Conservation, Water, Prototype, Infiltration Well