JAKHKJ Vol. 6, No. 1, 2020 20 p-ISSN: 2442-501x, e-ISSN: 2541-2892 TINGKAT PEMAHAMAN MASYARAKAT DKI JAKARTA TENTANG PHYSICAL DISTANCING DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 Leo Rulino, Nancy Febriana & Yuni Minata Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya, Jakarta leorulino@gmail.com Abstrak Latar Belakang: Physical distancing merupakan intervensi non-medis yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan warganya untuk menekan angka penularan penyakit. Physical distancing amat dianjurkan oleh WHO untuk diterapkan dalam kehidupan social. Seluruh negara di dunia memberlakukan Physical distancing mulai yang ringan seperti tidak berkumpul dan berkerumun sampai tidak di perbolehkannya keluar rumah. Metode: Desain yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif untuk menggambarkan tingkat pemahaman Masyarakat DKI Jakarta tentang Physical Distancing dalam menghadapi pandemi Covid-19, dengan jumlah sampel sebanyak 403 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui online pada 11-14 April 2020. Hasil: Data demografi menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 21-30 tahun (63%), Perempuan (67%), berpendidikan SMA (69,2%), dan berdomisili di Jakarta Utara (57%). Mayoritas responden memiliki pemahaman tentang physical distancing yang sangat baik di semua golongan usia, jenis kelamin, domisili, dan pendidikan, kecuali responden berpendidikan SD yang seluruhnya masuk dalam kategori baik. Kesimpulan: Tingkat pemahaman masyarakat DKI Jakarta tentang Physical distancing masuk dalam kategori sangat baik. Kata kunci: Physical Distancing, Covid-19, DKI Jakarta. LATAR BELAKANG Mordibitas dan Mortalitas Covid-19 dilansir dari web resmi (“World Maters,” 2020) per tanggal 20 April 2020. Angka Mordibitas meningkat hingga 2.436.752 orang dari 210 Negara di dunia dengan angka mortalitas sebanyak 167,272 orang. Jumlah kesembuhan sebanyak 637.736. jumlah ini terhitung dari awal kasus covid-19 yang telah dipublikasikan dan dilaporkan oleh China hingga hari ini 20 april 2020 pukul 10:48. Kasus yang masih aktif per 20 april sebanyak 1.631.744 pasien dengan kondisi ringan sebanyak 1.576.119 atau 97%, Sedangkan pasien dengan kasus serius atau kritis sebanyak 55.625 atau 3%. Jadi tingkat kematian per 20 april 2020 sebanyak 6,8% angka ini naik dari kasus Covid-19 di awal april (WorldMaters, 2020) tepatnya pada 5 april 2020. Sebanyak 1.235.199 kasus dengan angka kematian sebanyak 67.186 dan angka kesembuhan sebanyak 255.589. per 5 april 2020 tingkat kematian Covid-19 sebesar 5% di seluruh dunia. Physical distancing merupakan intervensi non-medis yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan warganya untuk menekan angka penularan penyakit. Physical distancing sangat dianjurkan oleh WHO untuk diterapkan dalam kehidupan sosial. Physical Distancing adalah pembatasan kontak fisik antar manusia yang diterapkan untuk mencegah penularan penyakit pandemic Covid- 19. Penyakit ini belum ditemukan obatnya sehingga penangananya sulit dikendalikan. Meski begitu tidaklah mudah dalam memberlakukan