161 Berita Biologi 13(2) - Agustus 2014 *Diterima: 22 April 2014 - Disetujui: 11 Agustus 2014 VARIASI KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN Tacca leontopetaloides (L) Kuntze (Taccaceae) DI PULAU JAWA DAN PULAU-PULAU KECIL SEKITARNYA [Growth Characteristics Variation of Tacca leontopetaloides (L.) Kuntze (Taccaceae) in Java and Surrounding Islands] Fauzia Syarif , Peni Lestari, dan Albert Husein Wawo Bidang Botani, Pusat Penelitian Biologi-LIPI Jl Raya Jakarta-Bogor kM 46 Cibinong, 16911 email: zia_siti@yahoo.co.id ABSTRACT An increasing of population, land conversion, and the behaviour changes in many crops due to global warming could produce a significant negative effect to food security in many countries, including Indonesia. In order to maintain the availability of food, we should find out alternative foods based on corp comodities that can adapt to future agricultural land conditions. One species to be promoted for that purpose is Tacca leontopetaloides (taka). This study was aimed to determine growth characteristics variations of taka in Java and its surrounding small islands through exploration and interview methods. Results indicated that there were two morphological variations of taka based on the canopy colour, namely green and purple. Taka found growing in coastal areas up to100 m above sea level. The light intensity and soil type greatly affected their growth. These plants lived either solitary or in a groups, grow well on sandy soil to clay, under the shade and open areas. Species around taka allegedly contributed in determining taka growth and production. Taka tuber can be an alternative carbohydrate source for supporting food self-sufficiency in coastal communities. Keywords: Growth characteristics, Tacca leontopetaloides, Taccaceae, taka, Java Island. ABSTRAK Peningkatan populasi penduduk, konversi lahan, serta perubahan perilaku sejumlah spesies tanaman budidaya akibat pemanasan global telah menimbulkan efek yang signifikan terhadap pelemahan keamanan pangan di banyak Negara, termasuk Indonesia. Dalam kaitannya untuk pemenuhan ketersediaan bahan makanan, Indonesia harus menemukan bahan pangan alternatif barbasis komoditas yang dapat beradaptasi pada lahan pertanian dimasa datang. Salah satu spesies yang hendak dipromosikan untuk tujuan tersebut adalah Tacca leontopetaloides (taka). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi karakteristik pertumbuhan taka di beberapa wilayah di Pulau Jawa dan pulau kecil di sekitarnya melalui metode eksplorasi dan wawancara. Hasil eksplorasi menunjukkan ada dua variasi morfologi taka berdasarkan warna kanopi, yaitu hijau dan ungu. Taka dijumpai tumbuh pada area pantai hingga 100 m dpl. Intensitas cahaya dan tipe tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan taka. Tanaman ini hidup secara soliter atau berkelompok dalam jumlah besar pada tanah berpasir hingga liat, dapat hidup dibawah naungan maupun daerah terbuka. Spesies di sekitar taka diduga turut berperan menentukan pertumbuhan dan produksi taka. Umbi tanaman taka dapat menjadi sumber karbohidrat alternatif untuk menunjang kemandirian pangan masyarakat pesisir. Kata kunci: Karakteristik pertumbuhan, Tacca leontopetaloides, Taccaceae, taka, Pulau Jawa. PEDAHULUAN Taka merupakan tumbuhan terna berumbi, banyak dijumpai di hampir sepanjang garis pantai pulau Jawa serta pulau lain di Indonesia. Umbi tanaman ini dapat menyimpan air dan karbohidrat. Keunggulan tersebut menjadikannya potensial sebagai sumber karbohidrat alternatif untuk daerah kering dan pesisir pantai. Taka selama ini sudah dimanfaatkan masyarakat pulau-pulau kecil sebagai pangan, terutama saat gelombang pasang yang menyebabkan terganggunya pasokan bahan makanan. Spennemann (1994) dan Anonymous (1996) mengungkapkan bahan taka telah dimanfaatkan sebagai bahan makanan tradisional masyarakat kepulauan. Ndouyang et al. (2014) juga mencatat hingga saat ini taka telah menjadi sumber pati penting daerah arid, seperti negara yang terletak di bagian tengah Benua Afrika. Penduduk lokal di Kepulauan Karimunjawa juga telah memanfaatkan pati umbi taka untuk pembuatan bubur dan kue-kue (Lestari, unpublished). Bagian tajuknya dimanfaatkan sebagai hijauan (Susiarti et al., unpublished). Tidak hanya berperan sebagai pakan, daun taka berpotensi menjadi moluscisida (Huang et al., 2002) atau racun moluska. taka juga sudah dimanfaatkan sebagai bahan obat di beberapa daerah di Indonesia (Choudhary et al., 2008; Habila et al., 2011). Ada dugaan taka dapat digunakan sebagai pelarut lemak, berdasarkan laporan