https://www.sttpb.ac.id/e-journal/index.php/kurios | 1
e-ISSN 2614-3135
p-ISSN 2615-739X
https://www.sttpb.ac.id/e-journal/index.php/kurios
Dari padang gurun hingga ke belantara posmodernisme:
Refleksi perjalanan spiritualitas Gereja
Fredy Simanjuntak
1
, Linus Baito
2
, Welko Henro Marpaung
3
1
Sekolah Tinggi Teologi Real Batam
2
Sekolah Tinggi Teologi Aletheia, Lawang, Jawa Timur
3
Sekolah Tinggi Teologi Ekklesia Jakarta
Correspondence: fredygrace@gmail.com
Abstract: In the Old Testament the metaphor of the "desert" is quite central in
the spiritual image of God's people. In the ancient world, the reality of the wilder-
ness was a pivotal point in Israel's encounter with God. Associated with the life of
the church today, the reality of postmodernism becomes a new challenge that
causes distortion and fragmentation between orthodoxy, orthopathy, and ortho-
praxy in church life. This essay aims to examine how desert spirituality can be
integrated into the contemporary Christian life. This study uses a qualitative app-
roach with socio-theological analysis. The results of this study are expected to
develop a critical awareness of the church about the complex social meaning of
desert spirituality practices that can be integrated into postmodern social reality
as a transformational practice of personal life, service, and society.
Abstrak: Dalam Perjanjian Lama metafora “padang gurun” cukup sentral dalam
imajinasi spiritualitas umat Allah. Di dunia kuno realitas padang gurun merupa-
kan titik penting perjumpaan Israel dengan Allah. Dikaitkan dengan kehidupan
gereja di masa kini, realitas posmodernisme menjadi tantangan baru yang
menimbulkan distorsi dan fragmentasi antara ortodoksi, ortopati, dan ortoprak-
sis dalam kehidupan menggereja. Paper ini bertujuan mengkaji bagaimana spiri-
tualitas padang gurun dapat diintegrasikan ke dalam kehidupan Kekristenan
kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis
sosio-teologis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan kesada-
ran kritis gereja tentang makna sosial yang kompleks dari praktik spiritualitas
padang gurun yang dapat diintegrasikan dalam realitas sosial posmodern seba-
gai praktik transformasional kehidupan pribadi, pelayanan dan masyarakat.
Pendahuluan
Dinamika dunia kontemporer telah menginvasi berbagai lanskap sosial dan efeknya secara dis-
ruptif telah mengubah berbagai pola lama kehidupan sosial yang bahkan memengaruhi spiritua-
litas gereja di era posmodern. Sementara itu, belakangan ini dunia mengalami gelombang Pande-
mi Covid-19 yang menimbulkan polarisasi pemikiran di antara gereja-gereja secara inter-deno-
minasi. Realitas posmodern semakin kompleks dengan nilai-nilai moral yang direlatifkan, tawa-
ran sensual semakin menguat dibanding yang spiritual. Ini menghasilkan ketidakseim-bangan
psikologis dan rasa krisis dan dekadensi. Kenyataannya, penderitaan spiritual orang-orang ter-
lantar berasal dari kondisi zaman posmodern serta penyerahan buta pada keinginan yang diang-
gap dapat mengisi kekosongan psikologis. Hal ini menimbulkan fragmentasi antara ortodoksi,
https://orcid.org/0000-
0003-2416-8548
Keywords:
church;
constructive theology;
desert spirituality;
postmodern;
gereja; posmodern;
spiritualitas padang gurun;
teologi konstruktif
Article History
Submitted: Jan. 20, 2022
Revised: March 02, 2022
Accepted: March 11, 2022
DOI: https://doi.org/
10.30995/kur.v8i1.481
Copyright: ©2022, Authors.
License:
Scan this QR,
Read Online
(Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen)
Vol 8, No. 1, April 2022 (1-13)