22 J. Agroland 21 (1) : 22 - 28, April 2014 ISSN : 0854 641X E-ISSN : 2407 - 7607 STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TERNAK AYAM PEDAGING DI PROVINSI SULAWESI TENGAH Development Strategy of Broiler Chicken Farming System in Central Sulawesi Province Rustam Abd. Rauf 1) dan Rosida P. Adam 2) 1) Staf Pengajar Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian. Universitas Tadulako. Email : rustam.abdrauf@gmail.com ; rustam_abdrauf@yahoo.com 2) Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako ABSTRAK The research aimed to identify and to analyze the need and inventory of broiler chicken, and to generate strategy for broiler farm business development in Central Sulawesi Province. It was a descriptive (qualitative and quantitative) survey research in which the number of respondents was 552 people. The need of broilers for Central Sulawesi was found to be 3,804,225.68 kg month -1 in total or for one district 345,838.70 kg month -1 in average which was equal to 197,622.11 broilers. The total shortage of broiler inventory for Central Sulawesi was 3,367,285.68 in totalor for one district 306,116.88 in average which was equal to 174,923.93 broilers month -1 . The scores of IFAS and EFAS analyzed were 1.471 for strengths (S), 1.394 for weaknesses (W), 1.766 for opportunities (O) and 1.280 for threats (T). These scores suggest that the development of broiler chicken in Central Sulawesi is positioned on SO strategy. The strategic issues and activities recommended to be implemented for developing the broiler chicken farmingincluding (1) increasing production through extending chicken shed area, (2) improving farmers’ knowledge, (3) establishing and developing partnership between farmers and entre preneursso that it can dominate the market and the availability of local feed. Key Words : Broiler chicken, SO srategy, and SWOT analysis. PENDAHULUAN Visi dan Misi Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah Tahun 2011 2016 adalah Sulawesi Tengah sejajar dengan provinsi maju dikawasan timur Indonesia dalam pengembangan agribisnis dan kelautan melalui peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang berdaya saing. Visi dan Misi tersebut seperti yang dikemukakan diatas dapat dicapai mengingat Sulawesi Tengah memiliki potensi yang luar biasa dilihat dari daratannya seluas 63.305 Km 2 dan luas Lautnya 193.923,75 Km 2 dengan garis pantai 4.013 Km 2 (BPS, 2011), disamping itu, jumlah penduduk, dan pendapatan masyarakat Sulawesi Tengah menunjukkan peningkatan yang signifikan, hal ini mengindikasikan bahwa prospek pengembagan peternakan ayam pedaging layak untuk dikembangkan di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah. Menurut Data Badan Pusat Statistik (2011), jumlah penduduk Sulawesi Tengah mencapai 2.635.009 orang dan jumlah rumahtangga 620.572 rumahtangga dan 244 rumah makan. Tingkat konsumsi rumahtangga terhadap ayam pedaging masih tergolong rendah, dimana tahun 2011 sebesar 4,572 kg/kapita, jika dihitung maka kebutuhan ayam pedaging saat ini 12.047,30 ton (4,572 kg/kapita/thn X 2.635.009 penduduk), sedangkan produksi ayam pedaging hanya 6.684,66 ton, sehingga masih kekurangan stock sebanyak 5.362,60 ton. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pengembangan agribisnis peternakan mempunyai prospek pasar yang cerah jika dikelola dengan manajemen agribinis yang