* Corresponding author. E-mail address: yudha.andrianto86@gmail.com 50 Simposium I Jaringan Perguruan Tinggi untuk Pembangunan Infrastruktur Indonesia, 2016 Analisis Kinerja Pelayanan Pemanduan Kapal Terhadap Waktu Tunggu (Waiting Time) Di Pelabuhan Tanjung Perak Yudha Andrianto a *, Achmad Wicaksono b , M. Ruslin Anwar a,b a Mahasiswa, Program Magister, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya b Dosen, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya a,b Dosen, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono 167, Malang 65145, Indonesia Korespondensi: yudha.andrianto86@gmail.com Abstrak Pelabuhan Tanjung Perak terintegrasi dengan Pelabuhan Teluk Lamong, Gresik, Socah dan Bulupandan sebagai penunjang memperlancar kegiatan arus lalu lintas transportasi angkutan laut dan penggerak dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Kinerja operasional pelabuhan menggambarkan tingkat pelayanan yang meliputi pelayanan kapal (labuh, tambat, pandu, tunda dan air) dan pelayanan barang (jasa dermaga dan penumpukan). Ketepatan waktu untuk dapat bersandar di dermaga merupakan penilaian kinerja pelayanan pemanduan kapal, karena mempengaruhi waktu tunggu. Penelitian ini untuk mengetahui kondisi eksisting pelayanan pemanduan kapal dan memberikan strategi perbaikannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah IPA dan SWOT secara subjektif. Hasil penelitian kinerja pelayanan pemanduan di pelabuhan Tanjung Perak saat ini dinilai tidak sesuai dengan standar kinerja, terdapat sebanyak 5.883 kapal dari 8.956 jumlah kunjungan kapal dalam 1 tahun memiliki waktu tunggu lebih dari 2 jam. Persepsi pengguna jasa tidak puas terhadap kinerja pelayanan pemanduan kapal, dinilai penting untuk tingkat kepentingannya. Hal-hal pada aspek pelayanan pemanduan kapal yang penting, dinilai tidak puas tingkat kinerjanya yaitu ketepatan pelayanan dokumen, SBNP, ketersediaan kapal tunda/pandu dan ketersediaan failitas untuk petugas pandu. Beberapa hasil analisis dan wawancara menjadi faktor eksternal dan internal permasalahan yang timbul pada pelayanan pemanduan kapal untuk mendapat strategi perbaikan yaitu perlu adanya pembaharuan SISPRO pemanduan kapal serta kerjasama di bidang usaha penyediaan fasilitas operasional pelaksanaan pelayanan pemanduan kapal ataupun untuk menyediakan perawatan alur pelayaran, mengurangi waktu tunggu yang berdampak pada biaya (cost) yang selama ini merugikan dunia usaha dan konsumen. Kata kunci : kinerja pemanduan, IPA, SWOT, Pelabuhan Tanjung Perak. 1. Pendahuluan Transportasi laut merupakan salah satu sarana transportasi yang sangat murah dan dapat meningkatkan kegiatan ekspor dan impor maupun perdagangan domestik. Dengan demikian pentingnya sebuah pelabuhan untuk menghubungkan antar moda transportasi laut dengan moda transportasi darat. Pelabuhan Tanjung Perak terintegrasi dengan Pelabuhan Teluk Lamong, Gresik, Socah dan Bulupandan sebagai penunjang memperlancar kegiatan arus lalu lintas transportasi angkutan laut dan sebagai penggerak dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Kinerja operasional pelabuhan merupakan gambaran dari prestasi atau hasil kerja suatu pelabuhan pada periode tertentu, sehingga akan menggambarkan tingkat pelayanan yang diberikan kepada pengguna jasa yang meliputi pelayanan kapal (labuh, tambat, pandu, tunda dan air) dan pelayanan barang (jasa dermaga dan penumpukan). Pengaruh dari waktu tunggu yang lama dapat menyebabkan kerugian mencapai sekitar Rp 7 juta per hari per kapal yang cukup merugikan pengguna jasa. Tidak hanya membengkaknya biaya, waktu tunggu (waiting time) berakibat juga pada produksi barang dan sebagian pekerja tidak dapat berkerja akibat menunggu bahan baku produksi jika kedatangan kapal sampai mengeluarkan barang/petikemas (container) memerlukan waktu yang cukup lama hingga 20 hari sehingga dapat merugikan pemilik barang (consignee)/pembeli (buyer)[1]. 1.1. Batasan Masalah Batasan masalah penelitian ini adalah: a. Waktu tunggu layanan pandu (approach time) yang dianalisa untuk kapal wajib pandu dan hanya melakukan kegiatan olah gerak kapal khususnya pada APBS (Alur Pelayaran Barat Surabaya); b. Perhitungan kinerja waktu hanya diberlakukan pada personel pandu pada PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) yang melayani kapal wajib pandu; c. Pengguna jasa yang dimaksud pada penelitian ini hanya pada perusahaan angkutan laut yang mengajukan permintaaan pandu dan tunda; d. Waktu tunggu yang disebabkan oleh pengurusan administrasi di pelabuhan (postpone time) pada penelitian ini hanya pada waktu pengurusan administrasi dokumen PPKB (Permintaan Pelayanan Kapal dan Barang);