Jurnal Penelitian Humaniora, Vol. 9, No. 1, Februari 2008: 54-70 54 KETERAMPILAN MEMBATIK SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER SISWA SMP DI SURAKARTA BATIK-DRAW ING SKILLS AS AN EXTRA-CURRICULAR LEARNING MODEL FOR JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN SURAKARTA Atiqa Sabardila, Markhamah, Djandjang Purwo Sejati, Agus Budi Wahyudi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Jalan A. Yani Tromol Pos I Surakarta 57102 Telp. 0271-717417 psw 327 ABSTRACT The goals of this research are: (1) identifying and mapping the batik busi- ness centers in Surakarta, and (2) analyzing the obstacles and supports to the implementation, This study used a descriptive-qualitative method of analysis. The result of the research showed that of the 12 batik industries, six of them were ready to give the students batik-drawing training. Secondly, main ob- stacles of implementing the extra-curricular batik-drawing training were the poor preparation of the students and the concurrent schedule between the training and the process of production. Kata Kunci: keterampilan membatik, model pembelajaran ekstra- kurikuler, sentra industri batik PENDAHULUAN Solo memiliki daya tarik sejarah budaya, monumen dan museum sejarah, kesenian tradisional, makanan khas, dan seni kriya rakyat. Kota Solo memiliki daya tarik sebagai pusat pendidikan kesenian Jawa dan gudang para maestro seni yang kondang di tingkat nasional dan internasional. Karena itu, mengangkat batik untuk keterampilan siswa sangat selaras dengan kekuatan Solo. Hal ini selaras dengan pengembangan Solo, yakni pengembangan pariwisata kota Solo menerapkan konsep