Neraca : Jurnal Akuntansi Terapan Vol 3, No. 1, Oktober 2021, pp. 13-28 13 E ISSN 2715-1212 http://ojs.stiami.ac.id neracajurnalakuntansiterapan@gmail.com/neracajournal@stiami.ac.id Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Leverage dan Profitabilitas Perusahaan Matsaid Budi Reksono 1,* , Teddy Chandra 2 , Rini Yayuk Priyati 3 1,2,3 Universitas Terbuka, Jl. Arifin Ahmad No. 111, Pekanbaru, Riau, 28289, Indonesia 1 matsaidbr@gmail.com * corresponding author PENDAHULUAN Secara umum, suatu perusahaan bisnis sebagai sebuah organisasi yang didirikan oleh para pendirinya harus memiliki visi dan misi yang jelas untuk mendukung tujuan tertentu yang diharapkan Adapun tujuan utama pendirian suatu perusahaan adalah mencari keuntungan sehingga dapat memaksimumkan nilai perusahaan (corporate value) atau kemakmuran pemegang saham, serta mempertahankan kelangsungan hidupnya (going concern). Gambaran baik atau buruknya manajemen suatu perusahaan dapat dilihat dari pengukuran kinerja keuangan yang ditunjukan salah satunya dengan tingkat utang (leverage) dan profitabilitas (Wiyono & Kusuma, 2017). Tingkat utang (leverage) merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan termasuk perusahaan di sektor pertambanagan di Indonesia. Berdasarkan laporan dari Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan Indonesia tahun 2019, ditunjukan bahwa tingkat utang luar negeri Indonesia menunjukan kenaikan dan perusahaan perusahaan di Indonesia masih mengandalkan utang dalam operasi perusahaan. Tingkat utang di Indonesia USD 202.41 di tahun 2010 juta dan meningkat menjadi 375,49 juta di tahun 2018. Tingkat utang ini merupakan kombinasi antara utang Pemerintah Indonesia (Indonesian Government debt) dan utang swasta (private debt). Tingkat utang sangat berkaitan erat dengan struktur modal dan erat hubungannya dengan sumber pendanaan untuk perusahaan. Struktur modal merupakan kombinasi antara utang dan modal sendiri, yang terdiri dari saham preferen dan saham biasa. Untuk memperoleh modal yang dibutuhkan, perusahaan perlu memperhatikan perimbangan antara utang dan modal. Dalam hal ini, perusahaan harus mengambil keputusan permodalan yang paling optimal sehingga menghasilkan kombinasi utang dan modal yang akan mampu menghasilkan return yang maksimal (Wiyono & Kusuma, 2017). Penelitian yang terkait dengan struktur permodalan perusahaan merupakan topik yang selalu menarik perhatian banyak peneliti di bidang keuangan (Chandra et al., 2019). Konsep struktur modal perusahaan diawali oleh Durand pada tahun 1952 yang menyatakan bahwa struktur modal merupakan faktor yang erat hubungannya dengan kinerja perusahaan (Chen et al., 2014). Namun konsep ini tidak sejalan dengan konsep dari Modigliani dan Miller (MM) pada tahun 1958 yang mengajukan teori irrelanvance dimana digambarkan bahwa dalam keadaaan pasar modal yang sempurna dimana tidak ada pajak dan tidak ada biaya transaksi, maka struktur modal tidak ada ARTICLE INFO ABSTRACT A firm’s leverage and profitability are two significant aspects of overall firm management. This study mainly aims at examining and analyzing the determinants of leverage and profitability in Indonesian mining firms listed by including both trade-off theory and pecking order theory approaches. Secondary data as sample has been collected for 26 Indonesian mining firms listed in Indonesian stock exchange (IDX), for the period of 9 years from 2010 to 2018. Firm’s size, asset tangibility, asset growth, and liquidity have been selected as exogenous variables to examine their effect on endogenous variables, i.e., leverage and profitability. Path analysis technique was employed to analyze the research data. The results indicate that leverage exerts negative impact on firm profitability. The finding results of this study provides great insights for Indonesian mining firm management, to integrate the financial leverage models in their financial decision to obtain optimum firm profitability. Keywords; Leverage; Profitability; Trade-off Theory; Pecking Order Theory; Path Analysis.