4 Ruang Kreatif: Gaya Hidup Perkotaan, Ruang dan Media Sosial, Kampung Siber, Wisata Kreatif 419 PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN SEBAGAI POTENSI WISATA PERIKANAN DI KOTA SERANG ( Studi Kasus: Pelabuhan Karangantu) Deasy Olivia 1 , Kelvin Pratama Sanri 2 , Maria Gracia Heidi 3 1,2,3 Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Sains dan Teknologi Pradita, Tangerang, Indonesia Email: deasy.olivia@pradita.ac.id , kelvin.pratama@student.pradita.ac.id , maria.gracia@student.pradita.ac.id Abstrak Wilayah pesisir merupakan wilayah peralihan antara ekosistem darat dan laut yang saling berhubungan. Wilayah pesisir dapat berfungsi sebagai kawasan wisata dan dapat dikembangkan sebagai kawasan minapolitan. Pelabuhan Karangantu merupakan pelabuhan terbesar kedua setelah pelabuhan Sunda Kelapa. Pelabuhan Karangantu dapat dikembangkan menjadi kawasan minapolitan karena memiliki hasil tangkapan ikan terbesar di Kota Serang. Dengan demikian, pelabuhan Karangantu dapat berpotensi untuk meningkatkan mata pencaharian dan perekonomian masyarakat di sekitarnya yang sebagian besar bekerja di sektor maritim sebagai nelayan. Berdasarkan bentuk topografisnya, letak pelabuhan Karangantu yang berada di cekungan pesisir berpotensi sebagai tempat kapal bersandar untuk aktivitas bongkar muat hasil tangkapan ikan. Berdasarkan potensi yang ada di pelabuhan Karangantu, Pemerintah Kota Serang merencanakan untuk mengembangkan pelabuhan Karangantu sebagai kawasan minapolitan dan wisata perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dan bentuk pengembangan pelabuhan Karangantu sebagai kawasan minapolitan dan wisata perikanan di kota Serang, menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan pelabuhan Karangantu sebagai kawasan minapolitan dan wisata perikanan di Kota Serang dilakukan dengan merevitalisasi pelabuhan Karangantu sehingga pengembangannya tidak hanya dari perekonomian masyarakat di sektor perikanan, tetapi dapat mengembangkan kawasan wisata perikanan dengan menghidupkan kembali budaya masyarakat pesisir di pelabuhan Karangantu. Kata kunci: Pengembangan Kota, Kawasan Minapolitan, Wisata Perikanan, Wilayah Pesisir Abstract Towards Development of Minapolitan Area As A Potention of Fisheries Tourism In Serang City (Case Study: Port of Karangantu) The coastal region is a transitional area between interconnected terrestrial and marine ecosystems. Coastal areas have a functions as tourist area and can be developed as minapolitan area. Karangantu port is the second largest port after the port of Sunda Kelapa. Karangantu port can be developed into a minapolitasn area because it has the largest fish catch in Serang city. Therefore, the port of Karangantu has a potential to improve the livelihoods and economy of the surrounding communities, most of whom works in the maritime sector as fishermen. Based on topographical form, the government have a planning to develop Karangantu Port as minapolitan area and fishery tourism. This research aims to determine the strategy and forms of Karangantu Port’s development as minapolitan area and fisheries tourism in Serang city, using qualitative approach and descriptive analysis. Based on the result of the research, it can be concluded that the development of Karangantu Port as minapolitan area and fishery tourism in Serang city is carried out by revitalizing the Karangantu port, so that the development is not only from the community economy from the fisheries sector, but also it can be developed by fisheries tourism. Keywords: urban development,minapolitan area, fisheries tourism,coastal region.