GEODA, Vol. 01, No. 01, MARET 2020, pp. 23-33 ISSN: 2622-4259 23 STUDI PERUBAHAN FASIES FORMASI KLITIK - FORMASI PUCANGAN LINTASAN LEGOWETAN, GUNUNGSARI KASREMAN, NGAWI, JAWA TIMUR Tri Seno Apriadi* 1 , Hill. Gendoet Hartono 2 , Herning Dyah Kusuma Wijayanti 3 1,2,3 Prodi Teknik Geologi, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta Jalan Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman, 55281 e-mail: * 1 trisenoapriadi@yahoo.com, 2 hillgendoet@itny.ac.id, herningdyah@itny.ac.id Abstrak Legowetan merupakan bagian dari perbukitan Kendeng bagian selatan, terletak di Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Daerah ini tersusun oleh formasi dengan sifat karbonat yang kuat yaitu Formasi Klitik, akan tetapi dijumpai juga formasi yang berumur lebih muda namun sama sekali tidak memiliki sifat karbonatan yaitu Formasi Pucangan dengan arah kemiringan yang relatif sama. Metode pembuatan penampang stratigrafi terukur dilakukan untuk mempelajari, dan mengungkap perubahan fasies yang terjadi pada saat proses pengendapan Formasi Klitik dan Formasi Pucangan. Terdapat beberapa fasies diantaranya fasies Bioclastic Grainstone, dan fasies Foraminifera Rudstone yang dapat diasosiasikan dalam Standard Micro-facies 5, dan fasies Coraline Rudstone yang dapat diasosiasikan dalam Standard Micro-facies 6, setelah itu dijumpai ketidakselarasan yang dibuktikan dengan dijumpainya fragmen alas berupa batugamping pada fasies batupasir Litik. Adanya perubahan dari SMF 5 menjadi SMF 6 merupakan gambaran bahwa lingkungan pengendapan berada pada Facies Zone 4 yang berada pada bagian slope dari lingkungan paparan karbonat tertutup. Setelah itu batupasir litik merupakan sendy bedform, lalu perulangan konglomerat silang siur (trough) merupakan gambaran dari pembentukan gravel bar, and bedform, dan yang terakhir terdapat litologi breksi konglomeratan andesit. Kata kunci— Klitik, Pucangan, ketidakselarasan, karbonat, fluvial Abstract Legowetan is part of the southern Kendeng hills, located in Ngawi Regency, East Java Province. This area composed by formations with strong carbonate properties, namely Klitik Formation, but also younger formations that do not have carbonates, are the Pucangan Formation with relatively the same direction. Measuring stratigraphic section method is done to study, and reveal facies changes that occur during the process of deposition of the Klitik Formation and the Pucangan Formation. There are several facies including the Bioclastic Grainstone facies, and the Foraminifera Rudstone facies that can be associated with Standard Micro-facies 5, and the Coraline Rudstone facies that can be associated with Standard Micro-facies 6, after which non-conformity is evidenced by the discovery of base limestone fragments. in the Litik sandstone facies. The change from SMF 5 to SMF 6 is a picture that the depositional environment is in Facies Zone 4 which is in the slope part of the rimmed carbonate platform. After that the lytic sandstone is a depositional picture that occurs in the sendy bedform, then the repetition of trough cross conglomerates is also a picture of the formation of gravel bars, and bedforms, and finally there is the lithology of the andesite conglomerate breccia Keywords— Klitik, Pucangan, unconfirmity, carbonate, fluvial 1. PENDAHULUAN Busur gunung api Pulau Jawa menghasilkan cekungan belakang busur (back arc basin) yang cukup luas di sisi utaranya [1]. Cekungan belakang busur tersebut merekam fenomena- fenomena geologi di Pulau Jawa yang terjadi dari zaman Tersier hingga Kuarter, di antara rekaman fenomena tersebut terdapat pada zona Perbukitan Kendeng. Pada awalnya zona perbukitan Kendeng di endapkan Formasi Kerek yang masih berasosiasi dengan pembentukan