DESKOVI : Art and Design Journal ISSN 2655 - 464X online
Volume 2, Nomor 2, Desember 2019, 69-72 ISSN 2654 - 5391 print
69
PENGOLAHAN LIMBAH KACA MENJADI
PRODUK SENI KALIGRAFI GAMPONG
JALIN KOTA JANTHO
Hatmi Negria Taruan
1
, Reza Sastra Wijaya
2
, Yulfa Haris Saputra
3
Program Studi Seni Rupa Murni
Institut Seni Budaya Indonesia Aceh
e-mail : hatmi.negria87@gmail.com, reyzasastra@gmail.com
Diterima : 1 Juli 2019. Disetujui : 30 Agustus 2019. Dipublikasikan : 27 Desember 2019
©2019 – DESKOVI Universitas Maarif Hasyim Latif. Ini adalah artikel dengan akses
terbuka di bawah lisensi CC BY 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/)
ABSTRAK
Limbah sering dikenal dengan sampah yang merupakan suatu bahan buangan hasil proses produksi industry dan
rumah tangga dimana kehadirannya tidak diinginkan. Salah satu limbah yang adalah limbah kaca. Limbah kaca
banyak terdapat ditemukan di tempat-tempat industri kaca seperti akuarium, pabrik botol minuman, pengolahan
lemari kaca dan lain sebagainya. Desa jalin adalah salah satu kawasan di kota jantho aceh besar yang memiliki
potensi kunjungan wisata alam yang ramah bagi seluruh kalangan. Oleh karena itu alangkah baiknya Kawasan ini
dapat sekaligus dijadikan sebagai tempat pengolahan benda seni sebagai penambah daya tarik, salah satunya
pengolahan limbah kaca. limbah kaca tersebut diolah dan dimanfaatkan agar menjadi suatu barang yang bernilai
ekonomis. Salah satu cara mengolah limbah kaca menjadi produk seni kaligrafi yang bernilai ekonomis bagi
masyarakat di kota jalin Jantho, Aceh Besar. Langkah dalam melakukan pengabdian masyarakat ini terdiri dari
dua tahap, tahap pertama identifikasi masalah dan tahap kedua penyusunan program. Dalam penyusunan program
terdiri dari beberapa tahapan antara lain : Persiapan kepada masyarakat, Pengenalan souvenir-souvenir yang
menghasilkan produk yang kita inginkan dan cara pembuatannya, Mengajarkan kepada masyarakat cara mengolah
bahan dan membuat produk di kampung Jalin.
Kata kunci: Limbah kaca, karya seni, kaligrafi, jalin
ABSTRACT
Cesspit is often known as rubbish which is a cesspit material produced by industrial and home industry production
processes where its presence is undesirable. One cesspit that is glass cesspit. Glass cesspit is found in many places
in the glass industry such as aquariums, beverage bottle factories, glass cabinet processing and so on. The jalin
vilage is one of the regions in the Aceh Besar jantho city that has the potential for friendly natural tourist visits
for all walks of life. Therefore it would be nice this area can also be used as a place of processing of art objects
as an addition to attraction, one of which is the treatment of glass cesspit. The glass cesspit is processed and
utilized to become an economically valuable item. One way to process glass cesspit into calligraphy art products
that are of economic value to people in the intertwined city of Jantho, Aceh Besar. This step in conducting
community service consists of two stages, the first stage is the identification of problems and the second stage is
the preparation of the program. In the preparation of the program consists of several stages, among others:
Preparation to the community, introduction of souvenirs that produce the products we want and how to make them,
teach the community how to process ingredients and make products in the village of Jalin
Keyword: Glass waste, artwork, calligraphy, Jalin
PENDAHULUAN
Limbah yang sering kita kenal dengan sampah
merupakan suatu bahan buangan yang diproses dari
hasil produksi industri dan rumah tangga dimana
kehadirannya tidak dikehendaki. Hal ini dikarenakan
menurunkan kualitas lingkungan dan tidak memiliki
nilai ekonomi. Dengan kata lain, limbah merupakan
sumber pencemaran lingkungan. Limbah terbagi dua,
limbah cair dan limbah padat. Limbah padat inilah
dikatakan sebagai sampah. Sampah sendiri terdiri dari
sampah organik dan anorganik. Sampah organik
merupakan sampah rumah tangga yang terdiri dari
sampah nasi, sayuran, buah-buahan yang
terkategorikan sampah yang mudah membusuk dan
terurai. Sementara sampah anorganik terdiri dari
sampah plastik, kaca, kertas dan lain-lain yang mana
tidak dapat terurai dalam waktu singkat.
Kaca merupakan bahan yang tergolong pada
material anorganik yang dihasilkan dari proses
peleburan beberapa bahan dasar, kemudian bahan dasar
hasil peleburan dilakukan proses pemadatan dengan