Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini | p-ISSN 2087-1317 | e-ISSN 2621-8321 Vol. 12. No.2 November 2021 | Hal 107-124 Roel V. Avila: Local Wisdom in Laro Ng Lahi As Foundation in Game-Based Pedagogy 107 LOCAL WISDOM IN LARO NG LAHI AS FOUNDATION IN GAME- BASED PEDAGOGY Roel V. Avila 1 1 Professor, Philippine Normal University South Luzon Abstract: Filipino traditional games (Laro ng Lahi) are reflective of the lifestyle of a locality and form part of significant national heritage. Albeit modern technology seems to challenge the existence of Laro ng Lahi, these traditional games can actually be transformed to adapt the present demands of the cyberspace. Employing the hermeneutic phenomenology and educational research & development, the author paired the past investigations with his observations though the use of Hermeneutic Cycle as guide. Data obtained from the online survey accomplished by thirty-one (31) pre-service teachers (Generation Z, selected using the purposive sampling) provided connection between the online documents and the local practices and lived experiences of the respondents. Respondents are still familiar with piko (taplak gunung), agawan kuta (bentengan), and tubigan (gobak sodor) since they played such games before and they were aware of the the Laro ng Lahi benefits. Thus, they preferred to have Laro ng Lahi as activity tools in school subjects, and to convert academic knowledge and skills into learning course lessons. Upon finalizing the mechanics of each of the three Filipino traditional games, and the data provided by the respondents, the researcher conceptualized the game-based pedagogy and developed lessons using the local wisdom as the basis. Keyword: local wisdom, traditional games, laro ng lahi, foundational basis, game-based pedagogy Abstrak: Permainan tradisional Filipina (Laro ng Lahi) merefleksikan gaya hidup suatu daerah dan merupakan bagian dari warisan nasional yang signifikan. Meski teknologi modern seolah menantang keberadaan Laro ng Lahi, permainan tradisional ini sebenarnya dapat ditransformasikan untuk mengadaptasi tuntutan dunia maya saat ini. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan pelajaran dari kearifan lokal yang digali dari permainan tradisional lokal. Metode yang digunakan yaitu fenomenologi hermeneutik dan R&D, penulis memasangkan penyelidikan masa lalu dengan pengamatannya melalui penggunaan Siklus Hermeneutik sebagai panduan. Data yang diperoleh dari survei online yang dilakukan oleh tiga puluh satu (31) guru pra-jabatan menyediakan hubungan antara dokumen online dan praktik lokal dan pengalaman langsung responden. Temuan: Responden masih mengenal piko (taplak gunung), agawan kuta (bentengan), dan tubigan (gobak sodor) sejak mereka memainkan permainan tersebut sebelumnya dan mereka mengetahui manfaat Laro ng Lahi. Oleh karena itu, mereka lebih memilih Laro ng Lahi sebagai alat aktivitas dalam mata pelajaran sekolah, dan untuk mengubah pengetahuan dan keterampilan akademik menjadi pelajaran kursus dalam pembelajaran. Kesimpulan: Setelah menyelesaikan mekanisme masing-masing dari tiga permainan tradisional Filipina, dan data yang diberikan oleh responden, peneliti membuat konsep pedagogi berbasis permainan dan mengembangkan pelajaran dengan menggunakan kearifan lokal sebagai dasar. Kata Kunci: Kearifan lokal, Permainan tradisional, laro ng lahi, basis dasar, Permainan berbasis pedagogik 1 Philippine Normal University South Luzon, Email: pnusl.avila.rv@gmail.com