Sufiani, A., Saleha, S. and Pramana, C. (2022) “Perbedaan Produksi Air Susu Ibu Melalui Pemberian Ekstrak Sari Kacang Hijau dan Kedelai di Puskesmas Lumpue Kota Pare-Pare”, Sebatik, 26 (1). Submitted: 2021-10-18 Accepted: 2022-01-12 Published: 2022-06-01 Sebatik Vol. 26 No. 1 Juni 2022 ISSN: 1410-3737(p) 2621-069X(e) Open access article licensed under CC-BY DOI:10.46984/sebatik.v26i1.1520 306 PERBEDAAN PRODUKSI AIR SUSU IBU MELALUI PEMBERIAN EKSTRAK SARI KACANG HIJAU DAN KEDELAI DI PUSKESMAS LUMPUE KOTA PARE-PARE Andi Sufiani 1) , Sitti Saleha 2) , dan Cipta Pramana 3) 1,3 Magister Kebidanan, STIKes Guna Bangsa Yogyakarta 2 Kebidanan, UIN Alauddin Makassar 1,3 Jl. Ringroad Utara, Condongcatur, Depok, Sleman Yogyakarta 2 Jl. H. Andi Iskandar no.2 Pare Pare UPTD Puskesmas Lumpue Pare Pare,91123 E-mail : andisufiani.maisya@gmail.com, hjstsaleha.uinmksr@gmail.com, pramanacipta@yahoo.com ABSTRAK Kacang hijau dan kedelai beserta kandungannya selama ini hanya digunakan secara empiris dan belum dibuktikan secara ilmiah mengenai kandungan kacang hijau dan kedelai yang dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui dan memberikan bukti khasiat dari biji kacang hijau dan kedelai sebagai laktagogum (pelancar sekresi ASI). Tujuan penelitian adalah mengetahui Perbedaan Produksi Air Susu Ibu Nifas Melalui Pemberian Ekstrak Sari Kacang Hijau ( Vigna radiata) dan Kedelai (Glycine Max) di UPTD Puskesmas Lumpue Kota Pare-Pare. Desain penelitian yang di gunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan two group pretest posttest design. dua kelompok masing-masing diberikan sari kacang hijau untuk kelompok 1 dan sari kedelai kelompok 2. Jumlah subjek adalah 50 responden masing-masing kelompok 25 responden, analisis uji yang dilakukan adalah uji t Wilcoxon, Mann Whitney dan uji t Independent. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan rata-rata produksi ASI sebelum intervensi sari kacang hijau sebesar 108,0 ons dan intervensi sari kedelai yakni 103,6 ons, dan sesudah intervensi sari kacang hijau sebesar 171,6 ons dan intervensi sari kedelai yakni 200,8 ons. Uji Wilcoxon menunjukkan terdapatnya perbedaan bermakna produksi ASI sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok pemberian sari kacang hijau (p = 0,000), pemberian sari kedelai (p = 0,000). Kesimpulannya adalah bahwa pemberian sari kacang hijau dan sari kedelai dapat meningkatkan produksi ASI. Sehingga sangat disarankan agar ibu menyusui untuk selalu mengkonsumsi kacang hijau atau sari kedelai. Kata Kunci: Produksi ASI, Puskesmas, Kacang Hijau, Kedelai 1. PENDAHULUAN Kacang hijau merupakan salah satu tanaman Leguminoseae yang cukup penting di Indonesia. Posisinya menduduki tempat ketiga setelah kacang kedelai dan kacang tanah. Kacang hijau (vigna radiata) merupakan tanaman berbatang basah yang tumbuh pendek. Kacang berbentuk jorong dengan panjang 2 –4 cm. kulit biji tebal, berwarna cokelat muda atau tua, bagian tengah berbintik putih, dan dilingkari warna hitam. Bagian yang digunakan adalah kacang atau biji (Faradillaa & Ekafitri, 2012). Bagi masyarakat Indonesia kacang hijau dimanfaatkan sebagai bahan pangan, makan ternak, dan pupuk hijau, dalam tatanan makanan sehari –hari, kacang hijau dikonsumsi sebagai bubur, sayur (tauge), kue–kue, dan sebagai obat tradisional. Hasil penelitian KAISI, lembaga penelitian kesehatan tubuh manusia di Korea, menunjukkan bahwa tiap 100 gram tauge kacang hijau mengandung 4,2 g protein, 3,4 g karbohidrat, 1,0 g lemak 47 g kalori, 9,2 g air, dan 15 g vitamin C (Siska, 2019). Kacang hijau (vigna radiata) juga merupakan sumber gizi, terutama protein nabati. Kandungan gizi kacang hijau cukup tinggi dan komposisinya lengkap. Berdasarkan jumlahnya, protein merupakan penyusun utama kedua setelah kabohidrat. Kacang hijau mengandung 20 – 25% protein. Protein pada kacang hijau mentah memiliki daya cerna sekitar 77%. Daya cerna yang tidak terlalu tinggi tersebut disebabkan oleh adanya zat anti gizi, seperti antitrypsin dan tanin (polifenol) pada kacang hijau (Maryatun, Wardhani, & Prajayanti, 2019; Ningsih & Lestari, 2019). Dengan adanya polifenol pada beberapa jenis tanaman dapat mempengaruhi peningkatan produksi ASI. (Suksesty, 2017). Protein polifenol dan asam amino yang ada pada kacang hijau dapat mempengaruhi hormon prolaktin untuk memproduksi ASI dengan cara merangsang alveoli yang bekerja aktif. Peningkatan hormon oksitoksin akan membuat ASI mengalir dengan lancar. Selain itu kacang hijau memiliki kandungan vitamin B1 yang sangat bermanfaat untuk ibu menyusui (Rusdiana Ayu, Wahyuningsih, & Kamidah, 2019). Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di beberapa Puskesmas Lumpue Kota Pare Pare bahwa bagi ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif kurang setuju jika hanya memberikan ASI tanpa memberikan tambahan makanan atau susu