JITV Vol. 15 No. 2 Th. 2010: 138-146 138 Analisis Efek Tetap dalam Evaluasi Genetik Produksi Susu pada Sapi Perah Menggunakan Catatan Test Day di Indonesia ASEP ANANG, HENI INDRIJANI dan DIDIN TASRIPIN Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung-Sumedang km 21 Sumedang (Diterima dewan redaksi 13 April 2010) ABSTRACT ANANG, A., H. INDRIJANI and D. TASRIPIN. 2010. Analyses of fixed effects for genetic evaluation of dairy cattle using test day records in Indonesia. JITV 15(2): 138-146. Season, rainfall, day of rain, temperature, humidity, year and farm are fixed effects, which have been reported to influence milk yield. Those factors are often linked together to contribute to the variation of milk production. This research is addressed to study the fixed effect factors, including lactation curve, which should be considered for genetic evaluation of milk yield based on test day records of dairy cattle. The data were taken from four different farms, which were PT. Taurus Dairy Farm, BPPT Cikole, Bandang Dairy Farm, and BBPTU Baturraden. In total of 16806 test day records were evaluated, consisting of 9,302 at first and 7,504 at second lactation, respectively. The results indicated that fixed effects were very specific and the influences had different patterns for each farm. Consequently, in a genetic evaluation, these factors such as lactation, temperature, year, day of rain, and humidity need to be evaluated first. Ali-Schaeffer curve represented the most appropriate curve to use in the genetic evaluation of dairy cattle in Indonesia. Key words: Fixed Effects, Milk Production Curve, Test Day, Dairy Cattle ABSTRAK ANANG, A., H. INDRIJANI dan D. TASRIPIN. 2010. Analisis efek tetap dalam evaluasi genetik produksi susu pada sapi perah dengan menggunakan catatan test day di Indonesia. JITV 15(2): 138-146. Musim, curah hujan, hari hujan, temperatur, kelembaban, tahun dan peternakan merupakan efek tetap yang banyak dilaporkan mempengaruhi performan produksi susu. Faktor-faktor tersebut sering berkaitan satu sama lain dan menimbulkan keragaman performa produksi susu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor efek tetap (Fixed effect) yang perlu dipertimbangkan termasuk kurva produksi susu yang paling sesuai untuk evaluasi genetik produksi susu pada sapi perah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus di PT. Taurus Dairy Farm, BPPT Cikole, Bandang Dairy Farm, dan BBPTU SP Baturraden. Total data yang digunakan pada pencatatan test day laktasi 1 adalah sebanyak 9302 catatan, dan laktasi 2 sebanyak 7504 catatan, dengan jumlah catatan test day seluruhnya ada 16806 catatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh efek tetap sangat spesifik dan mempunyai pola yang berbeda untuk setiap peternakan, sehingga dalam evaluasi genetik faktor-faktor tetap seperti laktasi, temperatur, tahun, hari hujan, dan kelembaban perlu dievaluasi terlebih dahulu. Kurva Ali- Schaeffer merupakan kurva yang paling tepat untuk digunakan dalam evaluasi mutu genetik sapi perah di Indonesia. Kata kunci : Efek Tetap, Kurva Produksi Susu, Test Day, Sapi Perah PENDAHULUAN Susu merupakan sumber makanan utama bagi anak hewan mamalia yang baru lahir serta dapat pula menjadi bahan makanan atau minuman bagi manusia untuk segala usia. Air susu sebagian besar berasal dari sapi perah. Performan sifat produksi susu dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, dan interaksi keduanya. Pengaruh faktor genetik ditentukan oleh gen-gen yang dapat mempengaruhi produksi susu dan seberapa besar lingkungan dapat menunjang optimalisasi aksi dari gen- gen tersebut. Faktor lingkungan yang dapat ditentukan penyebabnya, perlu diadakan koreksi, sedangkan faktor lingkungan yang tidak dapat ditentukan penyebabnya sulit untuk dikoreksi, tetapi dalam evaluasi genetik ternak, faktor lingkungan ini perlu diperhitungkan. Faktor efek tetap yang sering diperhitungkan dan dilaporkan mempengaruhi performan produksi susu adalah musim, curah hujan, hari hujan, temperatur, kelembaban, tahun dan peternakan. Dalam evaluasi genetik, faktor-faktor tersebut seringkali berkorelasi satu sama lain dalam menyumbangkan keragaman produksi susu. Untuk menyederhanakan pengamatan, banyak peneliti yang melihat hubungan antara produksi susu dengan masing-masing faktor secara terpisah (STRABEL dan SWACZKOWSKI, 1997; KAYA, et al., 2003; MRODE dan JONES, 2006; INDRIJANI, 2008).