Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol. 2 No. 2, Desember Hal. 163-173 163 10.24176/jpp.v2i2.4509 http://jurnal.umk.ac.id/index.php/JKP prakarsa@umk.ac.id ISSN 2620-9780 (Online), 2621-5039 (Cetak) Mereduksi Penggunaan Handphone Saat Pembelajaran Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Behavior Contract Ariba Seila Dina 1 , Masturi 2 , Susilo Rahardjo 3 Universitas Muria Kudus 1,2,3 e-mail: masturi@umk.ac.id 2 Info Artikel Abstract Sejarah Artikel Diterima: 19 Agustus 2019 Revisi: 29 September 2019 Disetujui: 30 Oktober 2019 Dipublikasikan: 30 Desember 2019 Tujuan penelitian ini adalah : 1. Mendiskripsikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik behavior contract dalam mereduksi penggunaan handphone saat pembelajaran pada siswa kelas X TKKR 1 Mejobo Kudus Tahun Pelajaran 2018/2019. 2. Untuk mengurangi perilaku penggunaan handphone setelah mendapat layanan bimbingan kelompok dengan teknik behavior contract dalam mereduksi penggunaan handphone saat pembelajaran pada siswa kelas X TKKR 1 SMK PGRI 1 Mejobo Kudus Tahun Pelajaran 2018/2019. Hasil penelitian diketahui penggunaan handphone saat pembelajaran peserta didik pada pra siklus memperoleh skor rata-rata 12 dengan kategori sering (SR), sedangkan hasil siklus I memperoleh skor rata-rata 13 dengan kategori kadang-kadang, pada siklus II memperoleh skor rata-rata 17 dengan kategori tidak pernah (TP). Artikel ini dapat diakses secara terbuka dibawah lisensi CC-BY-SA Keyword Penggunaan Handphone Bimbingan Kelompok Behaviour Contract Pendahuluan Remaja saat ini banyak yang menyalahgunakan handphone. Banyak sekolah yang memperbolehkan untuk peserta didiknya membawa handphone saat di sekolah bahkan saat pembelajaran. Maksud sekolah memperbolehkan peserta didik menggunakan handphone saat pembelajaran bertujuan agar peserta didik mampu mengakses informasi yang berhubungan dengan materi pembelajaran yang diberikan di sekolah. Dengan demikian prestasi belajar peserta didik dapat meningkat. Namun di sisi lain, peserta didik tidak menggunakan handphone dengan baik saat pembelajaran. Mereka terlena dengan handphone yang dimilikinya sampai berani tidak mendengarkan guru saat memberikan materi pembelajaran dan lebih asyik dengan handphone. Meskipun tidak semua peserta didik yang melakukan, tetapi efek yang ditimbulkan memberikan dampak yang besar bagi peserta didik yang lain. Berbagai dampak dapat ditimbulkan oleh handphone tersebut, baik itu dampak positif ataupun dampak negatifnya. Peserta didik dapat membatasi penggunaan handphone itu dengan kesadaran diri sendiri, pengaruh teman, didikan orang tua dan juga guru-guru di sekolah. Asalkan peserta didik dapat membagi waktu untuk urusan belajar dan bermain dengan handphone, itu tidak masalah. Jam belajar lancar dan diselingi dengan bermain handphone. Namun juga jangan sampai peserta didik ketagihan dalam memakai handphone, itu perlu ada batasan dengan pengawasan orang tua jika di rumah, dan para guru jika di sekolah. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sofa (2017) menunjukkan bahwa hasil observasi peneliti terhadap peserta didik dalam mengurangi perilaku agresif yang kurang perhatian orang tua melalui bimbingan kelompok dengan teknik behavior contract berhasil diperoleh pada pra siklus dengan skor 145 dengan rata-rata 37% dalam kategori kurang (K), pada siklus I memperoleh hasil skor rata-rata 51% dalam kategori cukup (C), dan pada siklus II memperoleh skor rata-rata 77% dalam kategori baik (B). Jadi, dalam penelitian ini terjadi peningkatan dari silkus I ke siklus II sebanyak 26%. Ini artinya dalam mengurangi perilaku agresif brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by E-Journal Universitas Muria Kudus