BACAAN NUN SUKUN ATAU TANWIN Mitha Shaskila Sinaga Universitas Islam Negeri Sumatera Utara mithashaskilasinaga@gmail.com Abstrak Ilmu tajwid merupakan ilmu yang berguna untuk memelihara bacaan Al-Qur’an dari kesalahan dan perubahan serta memelihara lisan dari kesalahan membacanya. Salah satu materi yang dibahas di dalamnya adalah tentang cara membaca hukum bacaan nun mati, karena jika salah dalam menerapkan hukum bacaan nun mati ini, maka akan dapat merubah makna yang sebenarnya. Mempelajari ilmu tajwid hukumnya fardhu kifayah, sedangkan membaca Al-Qur’an dengan baik sesuai dengan ilmu tajwid hukumnya fardhu ain. Hukum mempelajari ilmu tajwid sebagai disiplin ilmu tidak diharuskan bagi setiap kaum muslimin, tetapi cukup diwakili oleh beberapa orang saja. Namun jika suatu kaum tidak ada yang mempelajari seorang pun, maka berdosalah semua kaum itu, dan membaca Al-Qur’an sesuai dengan ilmu tajwid merupakan kewajiban bagi umat muslim yang membacanya. Kata kunci: ilmu tajwid, nun sukun, dan tanwin Abstrac The science of recitation is a science that is useful for preserving the reading of the Qur'an from errors and changes and preserving the tongue from reading errors. One of the materials discussed in it is about how to read the law of reading the dead, because if it is wrong to apply the law of reading the dead, it will be able to change the actual meaning. Studying the science of recitation is fard kifayah, while reading the Qur'an properly in accordance with the law of recitation is fardhu ain. The law of studying Tajweed as a scientific discipline is not required for every Muslim, but it is enough to be represented by a few people. But if a people do not study anyone, then all the people are sinful, and read the Qur'an according to the science of tajwid. It is an obligation for Muslims who read it. Keywords: tajwid, nun sukun, and tanwin