PERAN K.H. MAIMUN ZUBAIR DALAM MENSYIARKAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA Oleh: Fitra Listia Sawinda, Dzulkifli Hadi mawan Lc. M.Kom.I., Ph.D. Universitas Islam Indonesia (email; fitralistiasawinda@gmail.com) Abstrak K.H. Maimun Zubair tak hanya menyandang gelar tokoh agama. Ia merupakan tokoh yang berpengaruh di masyarakat. Pengaruh tersebuttidak sebatas dalam persoalan keagamaan, tetapi juga persoalan politik.Salah satu strategi yang banyakdilakukan oleh para kandidat ketika ingin melancarkan misi politiknya yaitu berkunjung ke kediaman para tokoh agama terkemuka termasuk K.H. Maimun. Selain itu, di usianya yang semakin rentan, K.H. Maimun juga sering diminta untuk memberikan nasihat politik maupun rekomendasi moral dalam setiap konflik politik. 1 Berbeda dengan ketokohan yang dibawa oleh pribadi K.H. Maimun berkenaan dengan pengaruhnya terhadap masyarakat yang sepertinya sulit untuk pudar. Terdapat cultural capital dan kharisma dalam pribadi K.H. Maimun yang belum tentu dimiliki oleh para tokoh agama lainnya. Sehingga, ketika sang kiai ini terjun dalam politik praktis akan mendapatkan respons yang berbeda dari kiai atau orang lain pada umumnya. 2 Salah satu yang menjadi alasan masyarakat paling segan dengan figur K.H. Maimun adalah karena sifat kesederhanaanya. Hal ini bisa diketahui dari cara K.H. Maimun yang selalu membeda-bedakan tempat dalam menyimpan uang. Dari hasil ceramah, politik maupun penghasilan yang lain. Dalam kajian Ihya’ulumuddin pun K.H. Maimun tidak pernah memeriahkan khatamannya. Hal ini dilakukan dalam rangka benar-benar ingin menjaga. Inilah yang menjadikan masayarakat begitu segan dengannya. 3 Kata Kunci : K.H. Maimun Zubair, Mensyiarkan Agama Islam 1 Siti Mu'azaroh: Cultural Capital Dan Kharisma Kiyai Dalam Dinamika Politik: Studi Ketokohan K.H. Maimun Zubair, (In Right, Jurnal Agama Dan Hak Asasi Manusia, Vol. 6, No. 2, Mei 2017), Hlm. 197. 2 Ibid, Hlm. 198. 3 Ibid, Hlm. 201. 1