Volume VI No.1 Juni 2018, ISSN: 2339-1987 38 PEMILIHAN KAWASAN WISATA KULINER SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI KOTA BOGOR (Studi Kasus : Kawasan Kuliner Bogor Utara). Clara Mutiara, Riza Firmansyah Program Studi Pariwisata Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila Jl. Serengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12640 ABSTRACT Bogor Barat Culinary Area is a culinary area with the most restaurants in the cityof Bogor. It can be known that currently there are approximately 65 restaurants in North Bogor. This area is quite strategic and islocated on the trade route that has been planned by the Bogor City Government, this is the big opportunity for North Bogor Region as the biggestculinary area in th ecity of Bogor. In this study the concept of culinary tourism was used to analyze several restaurants with the concept of culinary tourism seen from the Menu, Food Production Strategy, Service, Price and Room Decor / Atmosphere by taking a sample of 10 restaurants in North Bogor, including : Ayam Geprek Istimewa, Bakso Misterius, Bumi Aki, Foresthree Resto, Gurih 7, Lemongrass Resto, Teras Dara, Whatever Resto dan Warung Urban.The purpose of this study is to analyze the existing conditions of culinary tourism in North Bogor and analyze the selection of restaurants in North Bogor. The design of this study uses a descriptive approach with qualitative methods. For the selection of culinary tourism area, it uses AHP analysis to find out which culinary tourism concept is more desirable and what restaurant is the priority. To find out the development strategy of North Bogor culinary area with a SWOT analysis. Keywords: North Bogor Culinary Area, ConceptofCulinary Tourism, Region Selection, Development Strategy. PENDAHULUAN Kota Bogor sedang berada ditahap berkembang salah satunya yang cukup terlihat yaitu wisata kuliner yang berada di Kota Bogor bermunculan. Baik itu kuliner tradisional ataupun kuliner yang berasal dari internasional. Tak hanya wisata kulier saja melainkan seperti Taman Kota dan Factory Outlet pun menjadi perhatian masyarakat tidak hanya yang berdomisili Kota Bogor saja akan tetapi masyarakat yang berdomisili di Jabodetabek. Mulyana (2011) menyatakan bahwa keberadaan letaknya yang strategis merupakan potensi untuk pengembangan pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan pelayanan, pusat industri nasional, perdagangan, transportasi, komunikasi dan pariwisata. Pemerintah memperoleh pendapatan dari sektor pariwisata dari beberapa cara. Sumbangan pendapatan terbesar dari pariwisata bersumber dari pengenaan pajak. Misalnya, pengenaan pajak hotel dan restoran yang merupakan bagian dari keuntungan usaha pariwisata hotel dan restoran tersebut. Sumber lain bisa berupa usaha pariwisata yang dimiliki oleh pemerintah daerah sendiri. Kartini (2011) mengungkapkan pemerintah daerah juga mengenakan pajak secara langsung kepada wisatawan jika mereka melakukan transaksi yang tergolong kena pajak. Biasanya dikenal sebagai service tax, yang umumnya sebesar 10% untuk transaksi di hotel dan restoran. Pajak ini berbeda dari pajak yang sumbernya dari keuntungan hotel dan restoran yang diberikan sebelumnya. Tabel 1.1 Jumlah Kunjungan Wisatawan Kota Bogor Sumber: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor Wisata kuliner di Kota Bogor pada saat ini cukup menarik perhatian wisatawan yang datang. Baik wisatawan yang merencanakan datang ke Kota Bogor untuk wisata kuliner ataupun wisatawan yang tidak merencanakan untuk wisata kuliner dengan tujuan utamanya untuk bisnis, berobat dan sebagainya. Menurut hasil dari laporan BPS Kota Bogor data yang ada di BPS saja tidak kurang terdapat sekitar 45 hotel, penginapan, wisma maupun guest house yang ada di Kota Bogor. Belum dari jenis usaha turunannya seperti restoran, cafe, hingga lokasi tujuan wisata yang tentunya