Jurnal Mekanika dan Sistem Termal, Vol. 2(2), Agustus 2017 :27-32 © JMST - ISSN : 2527-3841 ; e-ISSN : 2527-4910 Jurnal Mekanika dan Sistem Termal (JMST) Journal homepage: http://e-journal.janabadra.ac.id/index.php/JMST Original Article Rancang Bangun dan Penerapan Mesin Ayakan Gula Semut di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta Mochamad Syamsiro 1,2* , Nurwiyanta 3 , Erni Umi Hasanah 3 , Muhammad Luk Marsakti 1 , Al Muafi Sandono 1 , 1 Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Janabadra, Jl. T.R. Mataram 57 Yogyakarta 55231 2 Center for Waste Management and Bioenergy, Universitas Janabadra, Jl. T.R. Mataram 57 Yogyakarta 55231 3 Fakultas Ekonomi, Universitas Janabadra, Jl. T.R. Mataram 57 Yogyakarta 55231 *Corresponding author : E-mail: syamsiro@janabadra.ac.id Abstract Gula Semut is a sugar made from palm nectar or also called Neera that has gone through several processes before it is ready in a form that convenience for us to consume. This study aims to design and fabricate the vibrating sieve machine to separate gula semut (cristalized sugar) based on particle size. The machine has a capacity of 50 kg/h depending on the raw material. The machine consists of several main parts such as siever, electric motor, vibrating spring, balancer and frame. Simple calculation has been conducted to meet the capacity of the machine. The machine was made of food grade stainless steel to prevent contamination in gula semut due to corrosion. A preliminary experiment has been carried out to evaluate the performance of the machine including adjusting the balancer position. Finally, the machine will increase the productivity of gula semut industry in Kulonprogo District. Keywords Gula semut; Vibrating sieve machine; Particle size; Small enterprises. 1. Pendahuluan Gula merupakan salah satu kebutuhan bahan pangan yang sangat penting bagi kebutuhan sehari-hari dalam rumah tangga maupun industri makanan dan minuman baik yang berskala besar maupun kecil. Gula menjadi sangat penting karena gula mengandung kalori yang dibutuhkan bagi kesehatan dan gula juga digunakan sebagai bahan pemanis utama yang digunakan oleh banyak industri makanan dan minuman (Sugiyanto, 2007). Gula semut merupakan bentuk diversifikasi produk gula merah yang berbentuk butiran kecil (granulasi) berdiameter antara 0,8 1,2 mm. Bahan dasar untuk membuat gula semut adalah nira dari pohon kelapa atau pohon aren (enau). Kedua pohon ini termasuk jenis tumbuhan palmae maka dalam bahasa asing secara umum gula semut juga disebut sebagai palm sugar. Gula semut memiliki Beberapa kelebihan dari gula cetak antara lain yaitu lebih mudah larut, daya simpan lebih lama, bentuknya lebih menarik, pengemasan dan pengangkutan lebih mudah, mudah diperkaya dengan bahan lain seperti rempah- rempah, iodium dan vitamin A atau mineral (Mustaufik dan Dwianti, 2007), serta harga yang lebih tinggi dari pada gula cetak. Pembuatan gula semut secara tradisional menghasilkan keseragaman butiran yang rendah, sehingga perlu peningkatan efisiensinya dengan menggunakan alat mekanis. Salah satunya adalah dengan menggunakan mesin ayakan gula semut, yang memiliki prinsip kerja seperti alat vibrator (getaran), bertujuan untuk meningkatkan keseragaman ukuran butiran gula semut yang dihasilkan dan meningkatkan produktivitas hasil. Prinsip kerja mesin ini adalah mengayak gula semut dengan gaya tekan dari gula semut yang nantinya akan disaring melalui beberapa mesh sehingga dihasilkan gula semut dengan butiran yang sama. Menurut Sumariana (2012), banyaknya jumlah getaran sangat berpengaruh terhadap hasil pengayakan. Proses