Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume 18, No.2, Juli 2013 : 182-189 ISSN : 0854-9524 Deteksi Tepi pada Citra Digital menggunakan Metode Kirsch dan Robinson 182 Deteksi Tepi pada Citra Digital menggunakan Metode Kirsch dan Robinson Veronica Lusiana Program Studi Teknik Informatika, Universitas Stikubank email: verolusiana@yahoo.com Abstrak Segmentasi citra sebagai bagian dari proses pengolahan citra, adalah kegiatan untuk membagi citra menjadi beberapa bagian atau region, yang bertujuan untuk mengisolasi atau menemukan suatu obyek di dalam citra. Disini, segmentasi dilakukan menggunakan proses deteksi tepi dengan metode atau operator Kirsch dan Robinson. Kedua metode ini dipilih karena dapat digunakan untuk mendeteksi tepi dari delapan arah mata angin. Sebagai perbandingan dari kinerja kedua metode di atas, maka digunakan metode Sobel dan Prewitt. Proses pengamatan citra uji dilakukan secara visual dan menggunakan batas penerimaan piksel penyusun tepi sebesar 80%. Berdasarkan pengamatan secara visual terhadap hasil citra uji maka metode Kirsch memiliki kinerja paling baik untuk mendeteksi tepi dibandingkan dengan metode Robinson, Sobel dan Prewitt. Berdasarkan jumlah paling tinggi terhadap piksel penyusun tepi obyek maka urutan pertama, kedua, ketiga, dan keempat, dihasilkan dari metode Kirsch, Robinson, Sobel dan Prewitt. Kata kunci: Segmentasi citra, deteksi tepi, metode Kirsch, metode Robinson, metode Sobel, Metode Prewitt. PENDAHULUAN Segmentasi citra sebagai bagian dari proses pengolahan citra, adalah kegiatan unt uk membagi citra menjadi beberapa bagian atau region, yang bertujuan untuk mengisolasi atau menemukan suatu obyek di dalam citra. Proses segmentasi berhenti ketika obyek yang dicari telah ditemukan. Untuk memperbesar tingkat keberhasilan proses segmentasi ditentukan oleh ketepatan memilih metode. Disini proses segmentasi dilakukan menggunakan deteksi tepi dengan metode atau operator Kirsch dan Robinson. Metode Kirsch dan Robinson dapat digunakan untuk mendeteksi tepi dari delapan arah mata angin. Lebih lanjut akan dilakukan analisa terhadap hasil kinerja kedua metode tersebut dengan metode deteksi tepi yang lain yaitu metode Sobel dan Prewitt. Metode Sobel dan Prewitt memiliki proses komputasi yang lebih lebih sedikit jika dibandingkan metode Kirsch dan Robinson. Keempat Metode ini akan diuji untuk mendeteksi tepi pada delapan buah citra digital yang didalamnya memiliki bentuk obyek yang berbeda. Dilihat dari bagian tepi obyek maka citra uji memiliki bentuk tepi yang cukup variatif, antara lain berbentuk lurus horisontal, vertikal, diagonal, juga terdapat tepi yang berbentuk tidak lurus. Segmentasi Citra Secara umum algoritma segmentasi citra didasarkan pada satu dari dua property nilai intensitas yaitu mendeteksi diskontinuitas atau mendeteksi similaritas (Prasetyo, 2011). Diskontinuitas memiliki pendekatan memecah atau memilah citra berdasarkan perubahan intensitas yang tiba-tiba atau cukup besar. Proses segmentasi berdasarkan mendeteksi diskontinuitas antara lain: deteksi titik, deteksi garis, dan deteksi tepi. Sementara itu untuk similaritas berdasarkan pada memecah citra ke