Arsir, Volume 4, Nomor 2, Desember 2020 | 65
Pola Pemanfaatan Ruang pada Rumah Pengrajin Batik
di Desa Simbang Kulon
Space Utilization Pattern of Batik Craftsman House
in the Simbang Kulon Village
Ika Rizkiyanti, Bangun I.R. Harsritanto
Departemen Arsitektur Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Semarang
ikarizkiyanti30@gmail.com
[Diterima 13/5/2020, Disetujui 3/12/2020, Diterbitkan 31/12/2020]
Abstrak
Pekalongan merupakan kota yang dikenal dengan industri batik. Usaha batik di Pekalongan adalah
wirausaha dengan skala industri rumahan yang telah menyatu dengan kehidupan masyarakatnya
dan menjadi sebuah ciri kultural tersendiri terutama bagi masyarakat desa Simbang Kulon yang
mayoritas penduduknya adalah pengrajin batik. Aktifitas produksi batik rumahan berdampak pada
tata ruang rumah-rumah yang ada di desa Simbang Kulon. Adanya fungsi ganda pada rumah
hunian yaitu sebagai tempat usaha sekaligus sebagai tempat hunian yang tidak memiliki batasan
yang jelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pemanfaatan ruang dalam hunian
pada rumah produksi batik di desa Simbang Kulon. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian
kualitatif. Objek kajian diambil dengan teknik snowball. Analisis dilakukan dengan teknik analisis
deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pemanfatan ruang pada rumah
produksi batik di desa Simbang Kulon diklasifikasikan menjadi dua tipe, yaitu tipe campuran dan
tipe berimbang. Pada tipe campuran, aktivitas membatik menggunakan ruang rumah di bangunan
induk. Sedangkan pada tipe berimbang, aktivitas membatik berada di ruang rumah disekitar
bangunan induk tetapi masih menempel dengan bangunan induk.
Kata kunci: pemanfaatan ruang, rumah produktif, kerajinan batik.
Abstract
A city which is called the City of Batik is Pekalongan. The batik industry in Pekalongan is a home
industry-scale entrepreneur who has integrated with the community and has become a cultural
characteristic for the people of Simbang Kulon Village, whose majority of the population is batik
craftsmen. Batik production activities have an impact on the layout of the craftsmen's houses. The
existence of a multi-function in a residence, the function is as a place of business as well as a
place to live that has no clear boundaries. The purpose of this research is to determine the pattern
of space utilization in the dwelling at the batik production house in Simbang Kulon. This research
uses qualitative methods. The object of the study was taken using the snowball technique. The
analysis was carried out by using a qualitative descriptive analysis technique. The results showed
that the pattern of space utilization in the batik production house in Simbang Kulon Village was
classified into two types, namely the mixed type, and the balanced type. In the mixed type, batik
production activities use the house space in the main building. In the balanced type, batik
production activities are located in the house around the main building but are still attached to the
main building.
Keywords: space utilization, productive house, batik craft.
©Arsir : Jurnal Arsitektur
p-ISSN 2580–1155
e-ISSN 2614–4034