Agros Vol.14 No.1 Januari 2012: 28-36 ISSN 1411-0172 USAHA TANI KEDELAI DAN POTENSI AREAL PENGEMBANGANNYA DI JAWA BARAT (Studi Kasus di Kabupaten Cianjur) SOYBEAN AND POTENTIAL OF FARM AREA DEVELOPMENT IN WEST JAVA (Case Studies in Cianjur) Iskandar Ishaq dan Ikin Sadikin 1 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat ABSTRACT Soybean is one of leading commodity food crops in Cianjur Regency, as shown by the contribution of production reaches 5352 tons per year or 21.85 percent of soybean production in West Java. There are two types of soybean farming in the Cianjur, namely (a) Farm products pods or beans young and (b) Farm products pod or seed parent or dry, where rates of return above cash costs amounted to Rp 3.71 million per ha (R/C 2.42), and Rp 4.35 million per ha (R/C 2.2). Main area with the development of soybean farming patterns (a) located in the northern development region area (NDA): Sub Ciranjang, Sukaluyu, and Bojongpicung District. While the main area with the development of soybean farming patterns (b) is in the southern development area (SDA): Sub Leles, Cidaun, Karangtengah, and Sindangbarang District. Based on agroecosystem suitability and carrying capacity of land, it is suggested should be the development of production area (extensification) soybeans in Cianjur Regency successive turt is in Leles District (LQ 1.83); Cidaun (LQ 1.20); Karangtengah (LQ 1.06), and Sub Sindangbarang (LQ 1.04). Meanwhile, increased production through increased productivity (intensification) should be developed in Ciranjang District (LQ 7.64); Sukaluyu (LQ 5.58), and Bojongpicung District (LQ 3.53). Key-words: farming, soybeans, Cianjur INTISARI Kedelai merupakan satu komoditas unggulan tanaman pangan di Cianjur, seperti ditunjukkan kontribusi produksinya 5.352 ton per tahun atau 21,85 persen produksi kedelai Jawa Barat. Ada dua jenis usaha tani kedelai di Kabupaten Cianjur, yaitu (a) Usaha tani produk polong atau biji muda dan (b) Usaha tani produk polong atau biji tua atau kering, di sini tingkat keuntungan atas biaya tunai masing-masing Rp.3,71 juta per ha (R/C 2,42) dan Rp 4,35 juta per ha (R/C 2,2). Daerah utama pengembangan kedelai dengan usaha tani pola (a) berada di Wilayah Pembangunan Utara (WPU): Kecamatan Ciranjang, Sukaluyu, dan Kecamatan Bojongpicung. Adapun daerah utama pengembangan kedelai dengan usaha tani pola (b) berada di Wilayah Pembangunan Selatan (WPS): Kecamatan Leles, Cidaun, Karangtengah, dan Sindangbarang. Berdasarkan kesesuaian agroekosistem dan daya dukung lahan, disarankan sebaiknya pengembangan areal produksi (ekstensifikasi) kedelai di Kabupaten Cianjur berturut-turt adalah di Kecamatan Leles (LQ1,83); Cidaun (LQ 1,20); Karangtengah (LQ 1,06); dan Sindangbarang (LQ 1,04). Adapun peningkatan produksi melalui peningkatan produktivitas (intensifikasi), sebaiknya dikembangkan di Kecamatan Ciranjang (LQ 7,64); Sukaluyu (LQ 5,58); dan Bojongpicung (LQ 3,53). Kata kunci: usaha tani, kedelai, Cianjur 1 Alamat penulis untuk korespondensi: Iskandar Ishaq dan Ikin Sadikin, BPTP Jawa Barat, Jln. Kayuambon 80, Lembang 40391, Jawa Barat. Tel. 022-2786238, E-mail: iskandarishaq@yahoo.com.id/ HP 0818437637, E-mail: s4dikin@yahoo.com.id/ HP 081322293090.