41 1) Wanapri Pangaribuan, 2) Jongga Manullang adalah Dosen Jurusan Teknik Elektro; Staf Ahli Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan. PENINGKATAN KUALITAS BERNALAR MAHASISWA DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH Wanapri Pangaribuan Jongga Manullang Abstrak Kualitas bernalar mahasiswa dapat ditingkatkan melalui berbagai upaya berdasarkan teori pembelajaran Piaget, Bruner, Bloom, Gagne, dan Marzano. Kemampuan bernalar tingkat tinggi sangat menentukan kualitas karya ilmiah mahasiswa, khususnya karya ilmiah dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Kata Kunci: Kualitas Bernalar, Karya Ilmiah A. Pendahuluan Penerapan penemuan-penemuan baru dalam ilmu pengetahuan dan teknologi industri dalam kehidupan menyebabkan terjadinya akselerasi perubahan-perubahan nyata dalam kehidupan manusia. Akselerasi perubahan tersebut mengakibatkan ketertinggalan menyolok di banyak daerah bahkan negara. Revolusi industri I yang melipatgandakan kemampuan otot belum selesai bahkan belum dimulai di satu daerah, namun di daerah-daerah lain seperti di daerah yang berada di negara maju telah terjadi revolusi industri II yang melipatgandakan kemampuan otak, dan juga telah mempersiapkan diri untuk memasuki revolusi industri III yang melipatgandakan kemampuan informasi (Pangaribuan, 1989:1-2). Indonesia mengalami ketertingalan tersebut, namun demi terjaminnya kesejahteraan rakyat Indonesia dalam kompetisi ekonomi dunia yang sangat ketat, tidak ada pilihan lain, kecuali harus berpartisipasi turut membentuk masyarakat yang mampu memasuki revolusi industri I, II, III, dan ke IV (Alisyahbana, 1986: 14). Indonesia melanjutkan pengalaman penjajahan pada tahun sebelum diplokamirkannya kemerdekaan RI tahun 1945. Teknologi maju yang ditawarkan negara maju dengan berbagai kecanggihan menjadikan masyarakat Indonesia yang konsumtif, tergantung dan tidak reatif maupun inovatif (Habibie, 2012: 2-3). Lebih lanjut dikatakan bahwa dengan diimpornya berbagai produk dari negara maju, terselubung “jam kerja” yang dibiayai rakyat Indonesia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, proses pendidikan, dan proses pembudayaan masyarakat lain. Masyarakat lain terus berkembang tetapi masyarakat Indonesia tidak mendapatkan kesempatan