82 UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium Sativum) TERHADAP BAKTERI (Staphylococcus Aureus) Yusril Ilham Fahmi*, Ana Andriana**, Diani Sri Hidayati*** Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Jl. Unizar No. 20 Turida Mataram ABSTRAK Mikroorganisme alami yang ada dalam tubuh manusia disebut mikroorganisme normal atau flora normal, namun dalam keadaan tertentu dapat bersifat patogen dan menimbulkan penyakit infeksi salah satunya Staphylococcus Aureus. Bakteri ini sering resisten terhadap berbagai jenis obat sehingga mempersulit pemilihan antimikroba yang sesuai untuk terapi. Bawang putih (Allium Sativum) mempunyai bahan aktif yaitu alicin, flavonoid, ajoene, minyak atsiri dan saponin yang mempunyai efek antimikroba. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui daya hambat ekstrak bawang putih (Allium Sativum) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian True Experiment dengan rancangan Posttest dengan Kelompok Kontrol (Posttest Only Control Group Design), menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 24 perlakuan dan 4 kali ulangan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah bakteri Staphylococcus aureus yang diberi perlakuan ekstrak bawang putih (Allium Sativum) dengan konsentrasi 250 μg/mL, 500 μg/mL, 750 μg/mL, 1000 μg/mL, 2 kelompok kontrol terdiri dari kontrol positif ciprofloksasin dan kontrol negatif aquades steril. Daya hambat diperoleh berdasarkan pengukuran zona hambat dan data yang diperoleh dari analisis menggunakan uji One Way Anova. Hasil pengukuran zona hambatan bakteri Staphylococcus aureus pada masing-masing konsentrasi berturut turut adalah, konsentrasi 250 μg/mL sebesar 6.5 mm; 500 μg/mL,13.3 mm; 750 μg/mL, 15 mm dan 1000 μg/mL, 17.8 mm. Pada konsentrasi yang paling tinggi menghasilkan daerah zona hambat yang terlebar. Hasil uji One Way Anova diperoleh nilai signifikan yakni 0,008 lebih kecil dari p value: 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa konsentrasi ekstrak bawang putih (Allium Sativum) dapat mempengaruhi pertumbuhan bakteri Staphylococcus Aureus. Kata Kunci : Staphylococcus Aureus, Bawang Putih, Zona Hambat. PENDAHULUAN Penyakit infeksi masih merupakan penyakit yang paling banyak diderita oleh penduduk di negara berkembang termasuk Indonesia. Salah satu penyebab penyakit infeksi adalah bakteri. Mikroorganisme alami yang ada dalam tubuh manusia disebut mikroorganisme normal atau flora normal, namun dalam keadaan tertentu dapat bersifat patogen dan menimbulkan penyakit infeksi salah satunya Staphylococcus Aureus (Price dan Wilson, 2012). Staphylococcus Aureus menyebabkan infeksi pada luka berupa abses yang merupakan kumpulan nanah atau cairan dalam jaringan (Wahyudi dan Sukarjati, 2013). Staphylococcus Aureus juga dapat menimbulkan infeksi yang lebih berat seperti pneumonia, mastitis, phlebitis, meningitis, infeksi saluran kemih, osteomielitis, endokarditis, dan keracunan makanan serta penyebab terjadinya infeksi nosokomial (Ansari et. Al., 2016). Infeksi nosokomial disebut juga dengan Hospital Acquired Infection (HAI) adalah infeksi yang didapatkan dan berkembang selama pasien dirawat di rumah sakit (WHO, 2013). Terjadinya infeksi nosokomial paling sering pada