1) Jurnal ini merupakan bagian dari skripsi yang ditulis oleh Fachmi Setyawan, NIM: 041211432027 yang diuji pada 13 Juni 2016. 235 DETERMINAN FAKTOR INTERNAL DANA PIHAK KETIGA DAN FAKTOR EKSTERNAL (INFLASI, PENDAPATAN PERKAPITA, DAN IMBALAN SWBI) TERHADAP JUMLAH DANA TALANGAN HAJI PADA BANK SYARIAH (BNI SYARIAH, BRI SYARIAH, BANK MUAMALAT, BANK SYARIAH MANDIRI) PERIODE 2009-2014 1) Fachmi Setyawan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam-Fakultas Ekonomi dan Bisnis-Universitas Airlangga Email: fachmisetyawan-12@feb.unair.ac.id Suherman Rosyidi Departemen Ekonomi Syariah-Fakultas Ekonomi dan Bisnis-Universitas Airlangga Email:srosyidi@gmail.com ABSTRACT: This study aimed to analyze the influence of internal factors of Islamic banks are third party funds and macroeconomic factors, namely inflation, percapita income and rewards Wadiah Certificate of Bank Indonesia to the amount of their bailout Hajj by Sharia banks in Indonesia during the period January 2009 to December 2014. The approach using multiple linear regression analysis. In this study, most of the hypothesis is not proven. Only variables percapita income and rewards SWBI that meet the research hypothesis.Research shows that third party funds and variable inflation rate indication hit double colinearity problems, so as to avoid bias regression results of these two variables were excluded from the regression model. Percapita income and rewards SWBIs have a significant effect partially to the amount of their bailout Hajj. Effect relationship shown is the reward SWBI have a negative effect, while percapita income has a positive influence on the amount of their bailout Hajj. Keywords:Bailout Hajj, Third Party Funds, Inflation, Rewards SWBI, and Percapita Income. I. Pendahuluan Lembaga bank merupakan salah satu institusi yang sangat penting dan sangat berpengaruh dalam dinamika ekonomi modern saat ini. Bank mempunyai peran yang sangat besar dalam memajukan suatu negara karena hampir semua sektor yang berhubungan dengan berbagai kegiatan keuangan selalu membutuhkan jasa perbankan. Tidak ada satu pun negara yang mampu menjalankan perekonomian dengan baik tanpa melibatkan lembaga keuangan seperti bank, karena bank dapat mempermudah segala bentuk transaksi keuangan baik transaksi keuangan dalam negeri maupun transaksi keuangan antar negara. Dewasa ini tidak hanya bank konvensional saja yang menjadi pilihan bagi masyarakat Indonesia, akan tetapi juga bank syariah. Didirikannya bank syariah dilatarbeakangi oleh keinginan umat Islam untuk menghindari riba dalam kegiatan muamalah mereka. Lebih lanjut pengaruh kemajuan teknologi dan informasi memberi dampak positif bagi bank syariah yaitu semakin berkembangnya berbagai produk inovatif dari bank syariah sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ada. Salah satu kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini yang paling banyak diinginkan adalah menunaikan ibadah haji. Di antara lima rukun Islam, menunaikan ibadah haji merupakan