Volume 4, Nomor 1, November 2020. p-ISSN : 2614-5251 e-ISSN : 2614-526X SELAPARANG.Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan 311 PELATIHAN BUDIDAYA METODE VERTICAL GARDEN DALAM MENGHADAPI MASA PANDEMI COVID 19 Muhammad Rizqi Zati 1) , Murdhiani 2) , Dhian Rosalina 1) 1) Program Studi Manajemen, FE, Universitas Samudra, Kota Langsa, Aceh, Indonesia 2) Program Studi Agroteknologi, FP, Universitas Samudra, Kota Langsa, Aceh, Indonesia Corresponding author : Dhian Rosalina Email : dhian.rosalina@unsam.ac.id Diterima 25 September 2020, Direvisi 14 Oktober 2020, Disetujui 15 Oktober 2020 ABSTRAK Kegiatan Pengabdian ini merupakan pelatihan menggunakan metode vertical garden dengan paralon sebagai media tanam Tujuan kegiatan adalah membina dan memberdayakan mitra dengan memotivasi bahwa pemanfaatan pekarangan rumah untuk bercocok tanam merupakan modal serta peluang dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Metode budidaya vertical garden pada dasarnya adalah metode bercocok tanam dengan rangkaian tanaman yang ditanam di atas media tanam kemudian disusun secara vertikal, dan dapat digunakan secara mandiri di pekarangan serta dimanfaatkan menjadi apotik dan warung hidup, taman pekarangan akan membantu keluarga mengatasi turunnya daya beli sebagai akibat pandemik covid 19. Pengabdian dilaksanakan di gampong baroh Langsa Lama yang terletak di kecamatan Langsa Lama, kota Langsa, Aceh, metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan terhadap mitra. Dengan mitra pengabdian adalah 30 orang masyarakat buruh harian lepas di desa Baroh Langsa Lama, yang tidak memiliki penghasilan tetap, maka diharapkan kegiatan ini tepat sasaran meningkatkan ketahanan pangan mitra. Kesimpulan kegiatan ini adalah 1) Kegiatan ini membantu mitra memanfaatkan media tanam paralon untuk menanam sayur sayuran yang diperlukan keluarga, 2) Hasil dari kegiatan ini adalah mitra mampu membuat sendiri media tanam dari paralon, kemudian mitra dapat melakukan pembibitan sampai dengan panen hasil tanam. Kata kunci : budidaya metode vertical garden; ketahanan pangan. ABSTRACT This activity is a training and empowerment using the vertical garden method with a paralon as a planting medium. The purpose of the activity is to empower partners with the motivation that the use of house yards for farming is an asset and an opportunity to improve the family economy.The Vertical Garden method is a farming technique with a series of plants planted on the planting medium and then arranged vertically, and can be used in the yard or in the house. Thus, it can help families overcome the impact of the recession as a result of the Covid 19 pandemik. This activity was carried out in the Baroh Langsa Lama village which is located in the Langsa Lama district. The methods used in this activity are outreach, training, and mentoring to partners. With daily laborers as activity partners, who live in the village of Baroh Langsa Lama, who do not have regular income, it is hoped that this activity will be right on target in increasing the partner's food security. The conclusions of this activity are as follows: 1) This activity helps partners utilize planting media such as paralon and so on to grow vegetables needed by the family, 2) The result of this activity is that partners are able to make their own planting media from Paralon, then partners can carry out seeds until the harvest of the planting results Keywords: cultivation of the vertical garden method; food security. PENDAHULUAN Ketika wabah pandemik covid 19 masuk ke Indonesia pada awal Maret 2019. Pemerintah segera merespon dengan menerapkan pembatasan dengan kebijakan social distancing (jaga jarak sosial, menghindari kerumunan), lalu physical distancing (jaga jarak antar orang minimal 1,8 meter) (Hadiwardoyo, 2020; Masniadi, Angkasa, Karmeli, & Esabella, 2020) Kebijakan itu berdampak besar dalam menurunkan secara drastis aktivitas dan pergerakan orang di Jabodetabek dan wilayah lain di Indonesia, termasuk Kota Langsa. Secara ekonomi, pandemi covid 19 menurunkan daya beli masyarakat secara umum, dikarenakan pembatasan untuk pencegahan wabah, sehingga kegiatan usaha terbatas dan menimbulkan dampak penurunan daya beli