108 Jurnal Ilmu Pendidikan, Jilid 17, Nomor 2, Juni 2010, hlm. 94-100 KOMPETENSI PENDIDIK BIDANG KEPARIWISATAAN DI PULAU LOMBOK Janianton Damanik 1) , Djoko Wiyono 2) , M. Baiquni 3) , & Subagio 4) 1),.2),.3) Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur J-3, Yogyakarta 4) IKIP Mataram, Jl. Pemuda No 59A Mataram e-mail: antondmk@ugm.ac.id Abstract: The Competence of Tourism Human Resources: A Case Study of Teachers in Lombok. Lombok Island is currently developing as a popular tourist destination, and it, therefore, demands a large quantity as well as quality of workforce. Educators play an important role in human resource development of the tourism sector. This case study aims to describe the competences of the teachers and lecturers teaching in the tourism departments of vocational high schools, colleges, and universities. The data from focused group discussion and in-depth interview show that in order to improve their professional competences in tourism, those teachers as well as lecturers need regular thematic tourism-based trainings, acceleration of professional teacher’s certification, or enhancement of formal education level. Keywords: competence, teachers, tourism, education Abstrak: Kompetensi Pendidik Bidang Kepariwisataan di Pulau Lombok. Saat ini Pulau Lombok te- lah berkembang pesat sebagai destinasi pariwisata. Terdapat tuntutan pemenuhan kebutuhan yang tinggi terhadap standar kualitas sumberdaya bidang kepariwisataan. Artikel hasil penelitian ini memaparkan mengenai kualifikasi kompetensi pendidik dengan bidang keahlian kepariwisataan di Pulau Lombok. Penelitian dilakukan secara kualitatif, dengan wawancara mendalam dan focus group discussion sebagai teknik pengumpulan data. Subyek penelitian terdiri atas para pendidik pada jenjang SMK, Akademi, dan Universitas yang memiliki program studi bidang keahlian kepariwisataan. Hasil kajian mengungkap bah- wa para pendidik membutuhkan kegiatan-kegiatan pelatihan tematik kontekstual bidang kepariwisataan secara berkelanjutan, percepatan sertifikasi, dan kesempatan menempuh jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi sebagai upaya untuk meningkatkan kualifikasi kompetensi profesional. Kata kunci: kualifikasi kompetensi, tenaga pendidik, bidang kepariwisataan Perhatian pemerintah untuk memanfaatan potensi pariwisata Indonesia terus meningkat. Hal itu ditun- jukkan dengan menyusun rencana dan aksi yang berkelanjutan untuk memanfaatkan secara optimal sumberdaya pariwisata tersebut. Meskipun sumber- daya pariwisata tersebar di semua wilayah Indone- sia, tetapi pengembangannya dirahkan secara khusus ke kawasan Bali dan Nusa Tenggara (Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, 2011) dan pada 10 destinasi prioritas (Ratman, 2016) sesuai dengan potensi dan fungsi strategis kawasan tersebut. De- ngan ketersediaan infrastruktur yang terandalkan dan dukungan citra positif yang kuat, Bali dapat menjadi hub untuk mendistribusikan wisatawan ke provinsi NTB maupun provinsi NTT. Pilihan pada provinsi NTB dan provinsi NTT sebagai kawasan pengembangan pariwisata utama, termasuk Labuan Bajo (NTT) dan Mandalika (NTB) sebagai destinasi prioritas berimplikasi pada penyiap- an sumberdaya manusia (SDM) yang cepat dan tepat (Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, 2011). Kecepatan dan ketepatan itu sangat dibutuhkan, sebab kebutuhan terhadap tenaga kerja pariwisata terus meningkat bersamaan dengan perluasan infra- struktur fisik pariwisata dan tuntutan mutu layanan yang baik kepada wisatawan. Pembangunan hotel terus bertambah dari tahun ke tahun (BPS Mangarai Barat, 2014) untuk memenuhi permintaan tenaga kerja berketrampilan khusus. Fakta yang tidak dapat diabaikan adalah ren- dahnya mutu tenaga kerja pariwisata, baik di tingkat front-liners (ILO Pemprov NTT, 2011) maupun di tingkat penyusun kebijakan (Kristianto, 2013; Kus- woro dan Damanik, 2002). Diduga hal ini disebabkan 108