Prosiding Seminar Nasional Teknologi Elektro Terapan Vol.02 No. 01, ISSN: 2581-0049 21 SALJU (Smart Lampu PJU) Moh. Hisyam Faiz Jurusan Teknik Elektro Industri Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Surabaya Alisa Qurrata A’yun Jurusan Teknik Elektro Industri Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Surabaya Luthfansyah Mohammad Jurusan Teknik Elektro Industri Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Surabaya Eka Prasetyono Jurusan Teknik Elektro Industri Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Surabaya AbstrakPenerangan jalan umum bertujuan utama sebagai navigasi bagi pengguna jalan untuk mengetahui medan dan kondisi yang dilalui dari intensitas cahaya lampu yang dihasilkan. Adanya PJU mencegah potensi kecelakaan dan tindak kriminal pada malam hari. Sebagai upaya untuk menghasilkan sumber energi listrik sendiri, sistem kelistrikan PJU dibeberapa wilayah telah menggunakan PV (Photovoltaic). Akan tetapi, faktanya pengelolaan sistem PJU dengan PV ala konvensional masih jauh dari harapan. Tidak sedikit perangkat yang tidak dioperasikan semestinya. Oleh karena itu kami mengusulkan SALJU- Smart Lampu PJU, penerangan jalan umum berbasis panel surya yang efisien daya listrik sebagai pengganti PJU konvensional sebelumnya. Metode MPPT yang digunakan yaitu P&O atau biasa disebut hill climbing. Keluaran daya dari solar cell akan dikontrol menggunakan SEPIC (single-ended primary inductor) converter dengan merubah nilai duty cycle. Dari hasil pengujian sistem menggunakan MPPT didapatkan daya sebesar 133 watt, jika dibandingkan dengan tanpa MPPT daya yang dihasilkan solar cell rata-rata hanya 71 watt. Penggunaan MPPT mampu meningkatkan daya rata-rata sebesar 61 watt atau sebesar 46%. Keluaran konverter akan digunakan untuk proses charging accu (akumulator). Akumulator yang digunakan yaitu sebesar 24 volt 45AH yang selanjutnya digunakan sebagai suplai daya listrik PJU. Kata kunciMPPT; website; photovoltaic;lampu penerangan jalan I. PENDAHULUAN Lampu jalan atau dikenal juga sebagai Penerangan Jalan Umum (PJU) adalah lampu yang digunakan untuk memberi penerangan dimalam hari dengan tujuan menambah visibilitas pengguna jalan agar keselamatan lalu lintas dan keamanan dapat meningkat khususnya dari kegiatan/aksi kriminal sesuai [1]. PJU dapat dengan mudah dijumpai, mulai dari jalan raya, gang, pemukiman padat penduduk, trotoar, dan beberapa akses jalan lainnya. Oleh karenanya, PJU merupakan sarana penting yang dapat menunjang kehidupan dan perekonomian masyarakat. Namun pemasangan PJU memiliki kendala, khususnya di beberapa wilayah yang tidak teraliri listrik PLN. Selain itu, PJU daya langsung PLN juga cukup memberi beban. Terhitung di tahun 2016, PJU memiliki kapasitas daya 1043 MVA yang harus disuplai oleh PLN [2] (Statistik Ketenaga Listrikan, Kementerian ESDM Republik Indonesia, 2016). Bahkan, besar daya PJU membuat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (P3TKEBT) meneliti jika penghematan dari (PJU) 2.042 GWh/ tahun setara 2 triliun rupiah/tahun atau dapat Mengurangi beban puncak sebesar 466 MW. Dewasa ini mulai dilakukan penelitian tentang sistem kelistrikan PJU dengan panel surya (photovoltaic) sebagai sumber daya listriknya seperti pada [3]. Panel surya digunakan untuk mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Namun daya yang dihasilkan dari PV masih fluktuatif, sehingga dibutuhkan Maximum Power Point Tracking (MPPT) agar dapat menjaga PV bekerja pada titik optimumnya. MPPT ini mencari perkalian daya terbesar dari PV dengan menggunakan algorithma Perturb and Observe (P & O). Algorithma ini sangat umum digunakan pada MPPT untuk PV. Sedangkan konverter yang digunakan pada MPPT ini adalah DC-DC Converter SEPIC. Konverter ini dapat mengubah tegangan DC ke DC menjadi lebih tinggi atau lebih redah dari tegangan inputnya tanpa merubah polaritasnya berdasarkan [4]. Pengendalian konverter ini menggunakan mikrokontroler ARM STM32F4 sebagai aplikasi algorithma P&O. II. METODE Penelitian ini menggunakan metode MPPT P&O untuk mencari daya maksimum keluaran solar cell dengan menggunakan SEPIC converter yang kemudian digunakan untuk proses charging akumulator. Blok diagram sistem secara keseluruhan ditunjukkan pada gambar 1.