Pemanfaatan pati tapioka dan kitosan ....... (Fadlan Hidayat et al.)
http://dx.doi.org/10.24960/jli.v10i1.5970.33-38 33
Web Jurnal:
http://ejournal.kemenperin.go.id/jli
Jurnal Litbang Industri
│ p-ISSN: 2252-3367 │ e-ISSN: 2502-5007 │
Pemanfaatan pati tapioka dan kitosan dalam pembuatan plastik biodegradable
dengan penambahan gliserol sebagai plasticizer
Utilization of tapioca starch and chitosan in production of biodegradable plastic
with the addition of glycerol as plasticizer
Fadlan Hidayat*
1
, Syaubari
2
, dan Reza Salima
3
1
Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Serambi Mekkah
Jln. Imum Lueng Bata Desa Batoh, Banda Aceh, Indonesia
2
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala,
Jln. Tgk. Syech Abdulrauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh, Indonesia
3
Program Studi Pengelolaan Perkebunan, Politeknik Indonesia Venezuela,
Jln. Bandara Sultan Iskandar Muda, Ingin Jaya, Aceh Besar, Indonesia
* e-mail: fadlanhidayat@serambimekkah.ac.id
INFO ARTIKEL ABSTRAK
Sejarah artikel: Tepung pati sering disebut dengan nama tepung tapioka dihasilkan dari ektrak umbi
singkong. Pati tapioka dapat dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam pembuatan plastik
biodegradable. Tujuan penelitian untuk membuat plastik biodegradable dari pati tapioka
dan kitosan dengan menggunakan gliserol sebagai plasticizer, sehingga dapat diketahui
pengaruh dari penambahan kitosan dan gliserol terhadap kualitas plastik biodegradable.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif yang meliputi
analisis kuat tarik dan elongasi serta analisis biodegradabilitas sedangkan analisis
kualitatif produk meliputi analisis gugus termal dan analisi gugus fungsi. Konsentrasi
gliserol yang digunakan adalah 1,5 ml; 2,5 ml; 3,5 ml dan 4,5 ml dan konsentrasi kitosan
0,35 g; 0,45 g; 0,55 g dan 0,65 g. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai kuat tarik
sebesar 21.20 Mpa; nilai elongasi sebesar 11,76%; sedangkan nilai permeabilitas oksigen
berkisar antara 4,82x10
-6
sampai dengan 2,66x10
-5
(Barrier); nilai penyerapan air berada
pada nilai 58,37%. Proses biodegradasi di dalam tanah yang mengandung bakteri EM4
dapat terurai habis selama 18 hari.
Diterima:
19 Februari 2020
Direvisi:
6 Juni 2020
Diterbitkan:
29 Juni 2020
Kata kunci:
pati tapioka;
kitosan;
plasticizer;
plastik biodegradable
ABSTRACT
Keywords: Tapioca starch, also known as tapioca flour is produced from cassava tubers extract. It
can be used as a main ingredient in the manufacture of biodegradable plastics. The
purpose of this research was to create biodegradable plastic from tapioca starch and
chitosan by using glycerol as plasticizer, with the aim of finding out the influence of
chitosan and glycerol addition to the quality of biodegradable plastic. The method
employed in this research was a quantitative method consisting of strength and
elongation analyses and biodegradability analysis while a qualitative analysis of product
encompasses the analyses of thermal and functional groups. The concentrations of
glycerol used were 1.5 ml; 2.5 ml; 3.5 ml and 4.5 ml and the concentration of chitosan
used were 0.35 g; 0.45 g; 0.55 g and 0.65 g. The results of this research showed that the
tensile strength value of 21.20 MPa; the elongation value of 11.76%; the value of oxygen
permeability was about 4.82x10
-16
to 2.66x10
-15
(Barrier); the value of water absorption
was at 58.37%. The biodegradation process in the soil containing EM4 bacteria can be
completely decomposed for 18 days.
tapioca starch;
chitosan;
plasticizer;
biodegradable plastic
© 2020 Penulis. Dipublikasikan oleh Baristand Industri Padang. Akses terbuka dibawah lisensi CC BY-NC-SA
1. Pendahuluan
Jenis kemasan plastik banyak digunakan dalam
berbagai keperluan, baik kebutuhan rumah tangga
maupun kebutuhan industri. Tujuan penggunaan
kemasan plastik untuk memberi perlindungan terhadap
produk yang dikemas (Hendra et al., 2015). Akan tetapi
sifat dari kemasan plastik yang sulit terurai secara
biologis sehingga mengakibatkan penumpukan sampah
dan pencemaran lingkungan (Astuti, 2018). Oleh karena