Agrinula : Jurnal Agroteknologi dan Perkebunan Volume 2 Nomor 1 Tahun 2019, hal. 9-12 9 PEMBERIAN PUPUK NPK DAN KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT PADA PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI PEMBIBITAN AWAL Muhammad Halim Program Studi Budidaya Perkebunan, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Tjut Nyak Dhien, Medan 20123, Sumatera Utara, Indonesia. Erfan Wahyudi* Program Studi Budidaya Perkebunan, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Tjut Nyak Dhien, Medan 20123, Sumatera Utara, Indonesia. Email: erfan.wahyudi1@gmail.com Irwan Agusnu Putra Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Tjut Nyak Dhien, Medan 20123, Sumatera Utara, Indonesia. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas pupuk NPK dan kompos tankos kelapa sawit dapat meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) di pembibitan awal. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua taraf yaitu faktor pertama: pupuk NPK Mutiara 16- 16-16 dengan 3 taraf yaitu P0= tanpa pupuk NPK, P1= NPK Mutiara 2 g/polybag P2= NPK Mutiara 4 g/polybag, Faktor kedua: kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan 4 taraf yaitu S 0= subsoil, S1= subsoil + kompos TKKS 1:1, S2= subsoil + kompos TKKS 1:2, S3= subsoil + kompos TKKS 1:3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian pupuk NPK Mutiara 16-16-16 dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman bibit tanaman kelapa sawit di pembibitan awal. Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) belum dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, luas daun, berat basah tanaman dan berat kering bibit tanaman kelapa sawit di pembibitan awal. Interaksi antara pemberian Pupuk NPK dan pemberian kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit belum dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, luas daun, berat basah tanaman dan berat kering bibit kelapa sawit di pembibitan awal. Kata Kunci: bibit kelapa sawit, NPK, TKKS PENDAHULUAN Menurut BPS. (2013), luas areal pertanaman sawit di Indonesia dari tahun 1995 sampai tahun 2012 sebesar 5.406,9000 Hektar, dengan produksi CPO sebesar 14.788.270 ton. Pembibitan kelapa sawit merupakan titik awal yang menentukan pertumbuhan kelapa sawit dilapangan. Kualitas bibit sangat menentukan produksi akhir (Risza, 1994). Pupuk merupakan kunci dari kesuburan tanah karena berisi satu atau lebih unsur untuk menggantikan unsur yang telah diabsorsi oleh tanaman, memupuk berarti menambah unsur hara ke dalam tanah (Lingga, 2007). Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara. Pupuk majemuk terdiri dari pupuk majemuk tidak lengkap dan pupuk majemuk lengkap. Pupuk mejemuk tidak lengkap adalah kombinasi dari pupuk yang mengandung unsur hara seperti NK, PK, sedangkan pupuk majemuk lengkap adalah pupuk yang mengandung lebih dari tiga unsur pupuk yaitu NPK (Hasibuan, 2009). Menurut Isroi, (2008), saat ini limbah TKKS di Indonesia mencapai 20 juta ton. TKKS tersebut memiliki potensi untuk diolah menjadi berbagai macam produk seperti kompos TKKS yang dapat dikombinasikan dengan top soil pada medium pembibitan sehingga dapat mengefisiensikan penggunaan pupuk. Pada penelitian Sinaga, (2011), interaksi TKKS dengan subsoil ultisol dan pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata pada diameter batang 10, 12 dan 14 MST serta total luas daun. Taraf kombinasi perlakuan 75% TKKS + 25 % subsoil dengan pemberian dosis pupuk NPK 6 g/polibag memberikan pertumbuhan bibit tanaman kakao yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bahwa efektifitas pupuk NPK dan kompos tankos kelapa sawit dapat meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) di pembibitan awal. METODE Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan pada September sampai Desember 2013, Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan Tjut Nyak Dhien, Medan. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan adalah media tanah subsoil, baby polibag 10 kg ukuran lebar 25 cm ketebalan 0,15 mm, benih tanaman kelapa sawit D x P keluaran RISPA Medan , pupuk NPK Mutiara 16-16-16, kompos tandan kosong (tankos kelapa sawit), insektisida decis, herbisida round up, fungisida dithane M45. Alat-alat yang digunakan : cangkul, gembor, label nama, alat tulis, plastik, ember, meteran, kalkulator, pompa air.