Jurnal Pena Ilmiah: Vol 2, No 1 (2017) 631 PEMBELAJARAN MENARI PADA KELOMPOK TARI ANAK USIA SEKOLAH DASAR Devi Yuniar¹, Julia², Diah Gusrayani³ ¹ , ² , ³Program Studi PGSD UPI Kampus Sumedang 1,2,3 Jl. Mayor Abdurachman No. 211 Sumedang 1 Email: devi.yuniar@student.upi.edu 2 Email: ju82li@upi.edu 3 Email: gusrayanidiah@yahoo.com Abstract Dancing learning as part of art learning is a great contribution to improving the creativity of primary school aged children. The importance of dance learning is to prepare the child's condition to be able to channel his talents and creativity which will then culminate in a growing achievement of each child in a dance group. Primary school-aged children who follow the learning in the studio have the opportunity to master dancing skills. It is a creativity to preserve culture through the manifestation of beautiful movement. Case studies were selected as research designs that aimed to investigate and track the learning process of dance groups in the studio. Technique used in this research that is observation, interview, and field note, so that obtained data which give picture about dance learning which done. This research is done in studio Dwi Arta Production Ciwidey, Regency of South Bandung. Based on the research conducted, obtained some findings related to the description of dance learning process of dance groups of elementary school age children. Keywords: dancing learning, dance group, primary school children. PENDAHULUAN Pendidikan seni menjadi hal yang harus dipikirkan dalam benak berbagai kalangan utamanya pecinta seni. Seni yang indah seperti halnya cinta yang dirasakan setiap orang harus terus dilestarikan agar tetap terjaga keindahannya. Seperti yang ditulis Sanjaya (2006, p. 2), bahwa proses pendidikan itu terencana yang kemudian diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran, hal ini memberikan penguatan bahwa pendidikan memang tidak boleh mengesampingkan proses belajar termasuk pembelajaran seni di sanggar. Pendidikan seni kemudian menjadi gagasan yang penting untuk diberlakukan kepada anak usia sekolah dasar. Hal inilah yang dapat menjadi modal anak untuk mengembangkan kreativitasnya dalam bidang seni. Seni secara umum dimaknai sebagai suatu penyampaian karya berdasarkan pada sesuatu yang indah dan bernilai, hal ini dibuktikan dengan eksistensi seni di masyarakat yang menjadi salah satu hal yang bernilai luhur.Seni berkaitan erat dengan kurikulum di sekolah dasar yang kemudian diekspresikan melalui suatu pembelajaran seni. Julia (2013, p. 64; 2017), mengatakan bahwa pengajaran pendidikan seni perlu dipahami sebagai pendidikan atau pengalaman estetis, dan hal ini tidak terbatas hanya pada pengajaran praktek atau pelatihan skill. Berkaitan dengan hal ini, jika seni direalisasikan0di sekolah dasar, maka akan timbul pertanyaan “apa sebenarnya hakikat seni itu?”. Seseorang yang mengartikan seni sebagai suatu keindahan yang dapat dirasakan seperti halnya cinta sebagai karunia Tuhan yang juga dapat dirasakan manusia, maka hal ini membuka kemungkinan bahwa akan banyak orang yang memberikan definisi