Jurnal Pena Ilmiah: Vol. 2 No 1 (2017) 191 PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI PADA MATERI KENAMPAKAN PERMUKAAN BUMI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA (Penelitian Tindakan Kelas pada Materi Kenampakan Permukaan Bumi Kelas III-A SDN Sindangraja Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang) Amelyandini Tresnayani 1 ,Dr. Diah Gusrayani 2 ,Asep Kurnia Jayadinata 3 123 Program Studi PGSD UPI Kampus Sumedang Jl. Mayor Abduracman No. 211 Sumedang 1 Email: amelyandini.tresnayani95@student.upi.edu 2 Email: gusrayanidiah@yahoo.com 3 Email: asep_jayadinata@upi.edu Abstract Based on preliminary observations conducted on grade 3 students of a sindangraja state primary school obtained a problem, that is on the learning. The method used in this study is a classroom action research with references to the spiral model of kemmis and taggart. The subjek of this research is at grade 3 a sindarngraja state primary school as many as 24 students this research is done 3 cycles because the target of research is reached in cycle 3. As for the target that is for determined is 85% for students learning result, while for 90% for students’s activities and teacher’s performance. The data obtained in research process, that is, the teacer’s performance. Earned in 77% in cycle 1, 91% in cycle 2, and 95% in cycle 3. While the students’s activities ot cycle 1 65%, on cycle 2 80%, and 95% in cycle 3. Learning outcomes at cycle 1 48%, on ccle 2 79%, and on cycle 3 87.5% . based on the data obtained in the research process, there has been an increase in student learning outcomes. It proves that the application of inquiry learning model can improve students learning outcomes. Keywords: Penerapan model Inkuiri, hasil belajar siswa, kenampakan permukaan bumi. PENDAHULUAN Potensi yang dimiliki oleh setiap individu harus dikembangkan dengan optimal yaitu melalui suatu pembelajaran. Nurhayati, dkk (2016, p. 131) menjelaskan “Pembelajaran itu ialah suatu proses interaksi yang dilakukan antara guru dan siswa, siswa yang satu dengan yang lainnya, dan dengan sumber belajar lainnya sehingga siswa mampu untuk menguasai pengetahuan, keterampilan, dan memiliki sikap yang baik”. Jika pembelajaran dilakukan dalam kondisi yang nyaman, maka pembelajaran akan semakin bermakna. Hamalik (dalam HerIawan dkk. 2012, p. 9) menyatakan bahwa “Pembelajaran merupakan suatu proses penyampaian pengetahuan, yang dilaksanakan dengan menuangkan pengetahuan kepada siswa”. Dari pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran merupakan suatu proses yang dilakukan siswa bersama pendidik dan sumber belajar yang diperoleh pada suatu lingkungan belajar. IPA merupakan cabang ilmu yang dipelajari oleh siswa sekolah dasar. Permendiknas No. 22 tahun 2006 (dalam Sujana, 2012, p. 14-15) mengemukakan bahwa “IPA merupakan ilmu