Yuana Susmiati, Mochamad Nuruddin. Pemurnian Bioetanol dengan Distilasi Rektifikasi Tipe ‘Sieve Tray’ untuk Menghasilkan FGE 25 Pemurnian Bioetanol dengan Distilasi Rektifikasi Tipe ‘Sieve Tray’ untuk Menghasilkan FGE (Fuel Grade Etanol) Purification of Bioethanol with a Sieve Tray Type Rectification Distillation to Produce FGE (Fuel Grade Ethanol) Yuana Susmiati #1 , Mochamad Nuruddin #2 , Agus Nursalim # Jurusan Teknik, Politeknik Negeri Jember Jl. Mastrip Kotak Pos 164 Jember 1 yuanasusmiati@gmail.com 2 mohnuruddin2@gmail.com Abstract Bioethanol can be used as a substitution of fosil fuel as a fuel stove or motor vehicle. In the ordinary distillation bioethanol production process is only able to produce 50-70% of ethanol which can only be used to fuel stove. To obtain high-grade bioethanol, a multilevel distillation process is required. One of the distillation methods to purify bioethanol is rectification distillation. The purpose of this research is to design a sieve tray type rectifier distillation apparatus that used to increase the bioethanol content. The results showed that the device can increase the ethanol content from 37% to 90%. Keywords— bioethanol, rectification distillation, purification. I. PENDAHULUAN Bioetanol sebagai bahan bakar alternatif pengganti BBM diolah dari bahan nabati yang potensial mengandung glukosa melalui proses sakarifikasi, fermentasi dan pemurnian produk. Fermentasi bioetanol biasanya menghasilkan etanol berkadar rendah seperti yang telah dilakukan oleh Susmiati [1] yaitu fermentasi bioetanol oleh Saccharomyces cerevisiae pada ubi kayu yang dihidrolisis secara asam menghasilkan 7,18 % (v/v) dan ubi kayu yang dihidrolisis secara enzimatis sebesar 9,59 % (v/v). Secara teoritis fermentasi etanol oleh Saccharomyces cerevisiae menghasilkan etanol 12-18% (v/v) seperti yang disampaikan oleh Gaur [2]. Oleh karena itu perlu adanya tahap proses pemurnian etanol yang pada umumnya menggunakan proses destilasi. Pada proses destilasi etanol, larutan fermentasi yang terdiri dari campuran etanol, air dan bahan- bahan lainnya dipisahkan pada tekanan amosfir dengan suhu tertentu. Pada suhu 100 o C air mendidih dan akan menguap, sedangkan etanol mendidih pada suhu sekitar 78 o C. Perbedaan titik didih inilah yang memungkinkan pemisahan campuran etanol dan air. Dengan destilasi biasa/sederhana pemurnian etanol dari fermentasi tape ubi kayu dapat diperoleh kadar etanol destilat sebesar 58,58% v/v yang diperoleh pada suhu proses 71 o C, selama 5 jam [3]. Selain itu Summers [4] juga menyatakan bahwa pemurnian hasil fermentasi yang dilakukan dengan distilasi sederhana dimana alatnya terdiri dari boiler dan kondensor satu tahap akan menghasilkan etanol 40% volume, sedangkan jika distilasi dilakukan dua kali kadar etanolnya meningkat menjadi 70% volume. Aplikasi bioetanol sebagai bahan bakar dapat dilakukan pada etanol berkadar 50-70% untuk CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk Provided by Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember