JURNAL MEDIA INFORMATIKA BUDIDARMA Volume 6, Nomor 1, Januari 2022, Page 120-127 ISSN 2614-5278 (media cetak), ISSN 2548-8368 (media online) Available Online at https://ejurnal.stmik-budidarma.ac.id/index.php/mib DOI 10.30865/mib.v6i1.3437 Maulana Ashari, Copyright ©2022,MIB,Page 120 Submitted: 17/11/2021; Accepted: 27/11/2021; Published: 25/01/2022 Prototype Sterilisasi Virus Barang Belanjaan Online Berbasis Arduino Maulana Ashari 1 , Mohammad Taufan Asri Zaen 1,* , Juliyantika Ayudita Putri 2 , Khairul Imtihan 1 , Wire Bagye 5 1 Program Studi Sistem Informasi, STMIK Lombok, Lombok Tengah, Indonesia 2 Program Studi Teknik Informatika, STMIK Lombok, Lombok Tengah, Indonesia Email: 1 aarydarkmaul@gmail.com, 2 opanzain@gmail.com, 3 ayudita.ap@gmail.com, 4 khairulimtihan31@gmail.com, 5 wirestmik@gmail.com Email Penulis Korespondensi: opanzain@gmail.com AbstrakPada penelitian ini dilakukan upaya pemutusan rantai penyebaran covid -19 dengan teknik utama pemanasan untuk mengeringkan cairan pada permukaan barang belanjaan. Dibangun sebuah box pemanas dengan ukuran panjang lebar dan tinggi 65cm menggunakan bahan utama fiber glass dengan ketebalan 3mm. Dengan menggunakan Arduino Uno sebagai alat untuk mengontrol, sensor suhu MLX untuk mengukur suhu yang ada pada box dan sensor Proximitiy digunakan sebagai sensor untuk mendeteksi barang. Metode yang digunakan untuk merancang alat adalah metode Research and Development (R&D). Hasil uji coba mengunakan suhu awal 47º dan suhu yang diinginkan 56ºC membutuhkan waktu 07 menit 21 detik suhu yang ditampilkan LCD sudah mencapai 56ºC,Ketika suhu permukaan barang diukur menggunakan thermogun mendapatkan hasil 43.1ºC. Uji coba Lengkap menggunkan suhu awal 29ºC dan suhu yang diinginkan 56ºC membutuhkan waktu 2 menit 18 detik, suhu yang ditampilkan pada LCD sudah mencapai 56ºC Ketika suhu permukaan barang diukur menggunakan thermogun mendapatkan hasil 55.5ºC dari hasil uji coba terakhir menunjukan suhu yang dihasilkan mendekati suhu 56ºC. Kata Kunci: Virus Corona; Droplet; Arduino Uno; Box Pemanas. AbstractIn this study, efforts were made to break the chain of spread of COVID-19 with the main technique of heating to dry the liquid on the surface of the groceries. Built a heating box with a length of width and height of 65cm using the main material of fiber glass with a thickness of 3mm. By using Arduino Uno as a control tool, the MLX temperature sensor is used to measure the temperature in the box and the Proximity sensor is used as a sensor to detect goods. The method used to design the tool is the Research and Development (R&D) method. The test results using an initial temperature of 47º and the desired temperature of 56ºC takes 07 minutes 21 seconds the temperature displayed by the LCD has reached 56ºC, when the surface temperature of the goods is measured using a thermogun, the results are 43.1ºC. Complete trial using an initial temperature of 29ºC and the desired temperature of 56ºC takes 2 minutes 18 seconds, the temperature displayed on the LCD has reached 56ºC. When the surface temperature of the goods is measured using a thermogun, the results are 55.5ºC. The results of the last test show that the temperature is close to 56ºC. Keywords: Corona Virus; Droplets; Arduino Uno; Heating Box. 1. PENDAHULUAN Corona Virus (CoV) adalah keluarga besar virus yang yang dapat menginfeksi burung dan mamalia, termasuk manusia. Menurut World Health Organization (WHO) virus ini menyebabkan penyakit mulai dari flu ringan hingga infeksi pernapasan yang lebih parah Sepertisevere Acute Respiratory Syndrome Corona Virus (SARS- CoV). SARS-CoV adalah virus yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 2003. SARS-CoV dianggap sebagai virus yang dibawa dari hewan yang diduga kelelawar dan menyebar ke hewan lain (luwak) serta manusia. Infeksi pertama pada manusia terjadi di Provinsi Guangdong, Cina Selatan pada tahun 2002. Pada akhir Desember 2019, jenis baru yang disebut SARS-CoV-2 mulai beredar, yang kemudian menyebabkan penyakit dan dikenal sebagai Corona Virus Disease (COVID-19). Virus corona yang pertama kali muncul dan menyebar ke manusia berasal dari kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019[1] Berdasarkan data yang dapat dipantau dari Satgas Covid-19 NTB bahwa perkembangan penyebaran virus Covid-19 Nusa Tenggara Barat (NTB) pertanggal 23 Oktober 2020 tercatat 3.831 pasien yang positif terkena virus Covid-19, 494 pasien dalam perawatan, 3120 pasien sembuh dan 217 pasien meninggal dunia[2]. Data tersebut setiap harinya terus mengalami peningkatan, segala upaya telah dilakukan Pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. Berdasarkan beberapa hasil penelitian virus Covid-19 dapat dapat hidup hingga 3 jam di udara, 4 jam pada tembaga, 24 jam pada karton dan 2 hingga 3 hari pada plastik dan stainless steel.Corona Virus bersifat sensitif terhadap panas dengan suhu 56 o C (celcius) selama 30 menit[3]. Dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 melalaui barang belanjaan yang dibeli secara online, dilakukan survei awal yang bertujuan mengetahui pola pengiriman dan penerimaan barang serta mengukur kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan virus Covid-19. Survei dilakukan melalui media sosial dengan mengirimkan formulir pertanyaan dan mendapatkan tanggapan sebanyak 78 orang yang mengisi formulir pertanyaan, dari 78 orang yang menanggapi survei tersebut, 43,8% yang menyemprot dengan disinfektan, 56,2% yang tidak menyemprot, 15,2% yang menjemur dan 84,8% yang tidak menjemur belanjaan yang baru diterima. Dari hasil survei yang tersebut masih banyak yang kurang sadar akan pentingnya pencegahan virus Covid-19 dengan cara menjemur atau menaruh barang yang baru diterima pada tempat yang memiliki suhu panas kurang lebih 56ºC dalam jangka waktu 30 menit, yang bertujuan untuk mengeringkan barang yang sudah terkena percikan cairan yang tidak sengaja terpercik oleh kurir melalui hidung atau mulut (droplet).