97 1. Pendahuluan Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) merupakan satwa endemik yang semakin langka. Pada akhir-akhir ini kehidupannya banyak mengalami gangguan, diantaranya adanya perusakan habitat dan perburuan liar sehingga populasinya terus menurun. Upaya pelestarian Jalak Bali telah mendapat perhatian baik taraf nasional maupun internasional. Di Indonesia Jalak Bali ditetapkan sebagai satwa yang dilindungi sejak tahun 1931 dalam Undang- Undang Perlindungan Binatang Liar 1931, dan Undang_undang no 5 th 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Jalak Bali dievaluasikan sebagai kritis di dalam IUCN Red List serta didaftarkan dalam CITES Appendix I. (http:/ /id.wikipedia.org/wiki/jalak_bali) Mengingat terancamnya Jalak Bali ini, tindakan nyata yang yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia antara lain : penetapan kawasan JENIS-JENIS TUMBUHAN SEBAGAI SUMBER PAKAN JALAK BALI (Leucopsar rothschildi S.) DI DESA PED, NUSA PENIDA, KLUNGKUNG, BALI I Ketut Ginantra (1) , A. A. G. Raka Dalem (1 ), Sang Ketut Sudirga (1) , dan I G N Bayu Wirayudha (2) (1) Kelompok Studi Ekowisata, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Udayana, Kampus Unud Bukit Jimbaran Bali, Indonesia 80361 (2) Ketua Yayasan Frends of The National Park Foundation e-mail: ginketut@yahoo.com, telp: 08123992656. Abstract A study on plants species as resource of food for Bali Starling (Leucopsar rothschildi S tr esemann, 1912) was carried out in Ped Village, Nusa Penida, Klungkung Bali, Indonesia between March-April and between August-September, 2006. Explorations methods were conducted in making inventory of plants species and part of plants as food resource. Direct observations were conducted to observe feeding activity of the starling after release. Results of this study showed that 105 plants species have been identified in Ped village. About 30 species (in varied habitus of trees, shrubs, and herbs) acted as food resources for the starling. Part of plants species which had been used as food resources were fruits and seeds. Besides plants as food sources, insects were also available on the studi site (such as grasshopper, ants, caterpillars, butterflies). In addition there were also small reptiles as source of food for the the bird. Plants availability as source of food supports ex-situ conservations of Bali Starling in Ped village. Key word: plants species, insect, Bali Starling, food resource konservasi, mendirikan pusat pembibitan dan penankaran Jalak Bali. Disamping itu perhatian dari berbagai organisasi non-pemerintah di luar negeri seperti Bird Life International, American of Zoological Park and Aquaria (AAZPA, USA) dan Jersey Wildlife Preservation Trust (JWPT, Inggris) telah turut serta dalam penyelamatan jalak Bali sejak tahun 1983. Salah satu yayasan di Bali yang ikut serta dalam pelestarian Jalak Bali secara ex situ adalah Frends Of The National Park Foundation yang pusat kegiatannya di Desa Ped Nusa Penida Klungkung. Yayasan memilih kawasan Nusa Penida sebagai pusat pembibitan, penangkaran dan melepasliarkan Jalak Bali, mengingat kawasan ini masih memiliki beberapa kawasan hutan, semak-semak liar, tegalan yang mendukung kehidupan Jalak Bali, serta dukungan dari masyarakat adat tentang perlindungan burung terbukti sudah diterapkannya denda bagi penduduk yang menangkap burung, misalnya