Analisis Faktor Komunikasi Terhadap Tingkat Keberhasilan Pelaksanaan Proyek Konstruksi Di Kabupaten Raja Ampat Anelpran Dervin Damanik 1 , Melly Lukman 2 , Josefine Ernestine Latupeirissa 3 1 Mahasiswa, Program Studi Magister Teknik Sipil, Universitas Kristen Indonesia Paulus, Jl Cendrawasih No.65, Makassar, Email: dervin.damanik@gmail.com 2,3 Dosen Program Studi Magister Teknik Sipil, Universitas Kristen Indonesia Paulus, Jl Cendrawasih No. 65 Makassar, Email : melly.lukman@ukipaulus.ac.id dan josefine_ernestine@yahoo.com ABSTRAK Sebuah proyek konstruksi terdapat pihak-pihak yang memiliki peranan dan tanggung jawab masing-masing meliputi, pihak pemilik proyek, pihak konsultan dan pihak kontraktor. Diperlukan koordinasi dan kerjasama antar masing-masing pihak secara solid dan terstruktur, Kesalahan atau kurang baiknya pola komuniksai dalam suatu proyek dapat berdampak pada kinerja yang kurang baik. Tujuan penelitian ini untukmenganalisis faktor-faktor dari segi komunikasi yang dapat mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan suatu proyek di kota Wasai, untuk menganalisis faktor-faktor komunikasi yang paling signifikan pengaruhnya terhadap keberhasilan pelaksanaan proyek di kota Waisai, dan untuk menganalisis langkah apa yang dapat disarankan dari segi komunikasi guna meningkatkan keberhasilan pelaksanaan proyek di kota Wasai. Teknik Pengolahan data akan dilakukan dengan analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisa data yang diperoleh dari angka mempergunakan program analisis dan statistik SPSS. Menganalisis data dengan cara uji F, uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji Heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua pertanyaan dari setiap variabel memiliki nilai r hitung >r tabel (0,304) dan juga signifikansi kurang dari α = 0,05 sehingga dapat dikatakan semua item pertanyaan telah valid. Variabel X 1 (penyampaian informasi) memiliki koefisien regresi yang paling besar yaitu 0,303 dengan demikian Variabel X 1 menjadi faktor yang paling dominan. Yang berarti variabel Y (keberhasilan proyek) lebih banyak dipengaruhi oleh faktor X 1, dibandingkan dengan variabel- variabel lainnya seperti X 2 (penggunaan fasilitas dan teknologi), X 3 (laporan kinerja), X 4 (kemampuan berkomunikasi), X 5 (hubungan koordinasi). Dan Strategi yang dapat disarankan adalah memperbaiki kinerja komunikasi dengan cara memperbaiki alur distribusi informasi, dan memastikan kejelasan informasi yang disampaikan oleh pihak terkait dalam suatu proyek pembangunan. Kata kunci: Analisis kuantitatif, Komunikasi, SPSS, Waisai ABSTRACT A construction project has parties who have their respective responsibilities and responsibilities including, the project owner, the consultant and the contractor. Support for coordination and cooperation between each party in a solid and structured manner, one or less good communication patterns in a project can have an impact on poor performance. The purpose of this study is to analyze factors in terms of communication that can affect the implementation of a project in the city of Wasai, to analyze the communication factors that have the most significant influence on project implementation in the city of Waisai, and to analyze what steps can be seen in terms of communication to improve performance of project implementation in Wasai city. Data processing techniques will be carried out by quantitative analysis. The analysis is used to analyze the data obtained from the numbers used in the analysis program and SPSS statistics. Analyzing the data by means of the F test, validity test, reliability test, regression analysis, normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test. Based on the results of the data research, all questions from each variable have a value of rcount> rtabel (0.304) and also a significance of less than α = 0.05, so it can be said that all item questions are valid. Variable X1 (delivery of information) has the largest regression coefficient, namely 0.303, thus variable X1 is the most dominant factor. This means that the variable Y (trust in the project) is more trusted by the X1 factor, compared to other variables such as X2 (use of facilities and technology), X3 (performance reports), X4 (communication skills), X5 (coordination relationships). Strategies and strategies that can improve communication performance by improving the flow of information distribution, and ensuring the clarity of information conveyed by parties involved in a development project. Keywords: Quantitative analysis, Communication, SPSS, Waisai