Dinamika Lingkungan Indonesia 81 Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian Padi Menjadi Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Lingkungan, Ekonomi dan Sosial Budaya di Desa Jatibaru Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak Emilia Dharmayanthi 1 , Zulkarnaini 2 , Sujianto 3 1 Kepala Seksi Statistik Ketahanan Sosial BPS Provinsi Riau. Jl. Pattimura No.12 Pekanbaru. 2 Dosen Pascasarjana Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Riau, Pekanbaru 3 Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Riau Kampus Bina Widya Km. 12,5 Simpang Baru Pekanbaru, 28293. Telp 0761-63274 Abstract : Land conversion at Desa Jatibaru had widely impact on the rice planting area, it decrease rice productivity. A research conducted to determine the impact of land conversion from paddy fields to palm oil plantation at Desa Jatibaru, it affects not only to decreased of rice productivity but also to environment, economic, social and cultural impact .The objective of the research was to analyse the impact of land conversion from paddy fields to palm oil plantation. The research use Case study approach by using observation and in-depth interview methods. The result show that the number of animals and plants in paddy fields is higher than oil palm plantations. The conversion of paddy to oil palm plantations will have an impact on the sustainability of ecosystem diversity. The impact of land conversion on the economy is the larger financial income on oil palm farmers compared to wetland paddy farmers. The impact of land conversion to social and cultural is to give an increase on the social status of oil palm farmers and the diminishing of mutual cooperation and harvest activities in Jatibaru. Key Words: Land Conversion, Environment Impact, Economic Impact, Social and Cultural Impact Alih fungsi lahan atau lazimnya disebut sebagai konversi lahan adalah perubahan fungsi sebagian atau seluruh kawasan lahan dari fungsinya semula (seperti yang direncanakan) menjadi fungsi lain yang menjadi dampak negatif (masalah) terhadap lingkungan dan potensi lahan itu sendiri. Alih fungsi lahan juga dapat diartikan sebagai perubahan untuk penggunaan lain disebabkan oleh faktor-faktor yang secara garis besar meliputi keperluan untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang makin bertambah jumlahnya dan meningkatnya tuntutan akan mutu kehidupan yang lebih baik. Kecamatan Bunga Raya merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Siak, Kecamatan Bunga Raya secara geografis terletak 0 0 39’- 1 0 04’ Lintang Utara dan 101 0 58’ - 102 0 13’ Bujur Timur. Luas wilayah Kecamatan Bunga Raya sebesar 195,49 km 2 , Kecamatan Bunga Raya merupakan daerah penghasil padi terbesar di wilayah Kabupaten Siak hal ini ditunjukkan pada Tahun 2016 menurut Dinas Pertanian Kabupaten Siak total wilayah sawah Kecamatan Bunga Raya sebesar 2.252 Ha dari total seluruh wilayah sawah di Kabupaten Siak sebesar 5.241. Kecamatan Bunga Raya terdiri dari 10 Desa yaitu Desa Bunga Raya, Desa Jayapura, Desa Jatibaru, Desa Tuah Indrapura, Desa Buantan Lestari, Desa Langsat Permai, Desa Kemuning Muda, Desa Temusai, Desa Suak Merambai, dan Desa Dayang Suri. Kecamatan Bunga Raya terdapat Desa Jatibaru yang merupakan desa terluas di kecamatan tersebut, dengan luas wilayah 50,80 km 2 yang artinya luas Desa Jatibaru sebesar 25,99% dari luas wilayah Kecamatan Bunga Raya (Badan Pusat Statistik, 2016). Penduduk Desa Jatibaru terdiri dari 3.815 jiwa dan sebanyak 1.061 penduduk Desa Jatibaru merupakan petani. Desa Jatibaru telah menghasilkan berbagai komoditi pertanian terbanyak di Kecamatan Bunga Raya dengan jumlah luas wilayah 50,80 km 2 dan jumlah petani sebanyak 1.061 jiwa. Berdasarkan data Dinamika Lingkungan Indonesia, Januari 2018, p 34-39 ISSN 2356-2226 Volume 5, Nomor 1