New Identity: Becoming a Buddhist in Banyumas, Indonesia, 19651980s Puji Sulani 1 , Priyanto Wibowo 2 {puji.sulani@ui.ac.id 1 , priyanto.wibowo13@gmail.com 2 } Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia 12 Abstract. The followers of local belief (aliran kepercayaan) in Banyumas, Indonesia, were converted to Buddhism between 19651980s. This paper discusses the identity changes of the followers of those beliefs in Banyumas into Buddhism in that period. The phenomenon was analyzed using social history approach to understand how the Javanese community in Banyumas constructed their new religious identity. The main finding of this study shows that religious politics and political conflicts during the Old Order to the New Order era were the main causes of their conversion. The argument proposed in this paper is that the religious conversion was an effort to make positioning of their struggle against communist stereotype after the September 30 th Movement of 1965. Keywords: religious identity, religious conversion, communist stereotype, Javanese Buddhist. Identitas Baru: Menjadi Umat Buddha di Banyumas, Indonesia, 19651980-an Abstrak. Pengikut aliran kepercayaan di Banyumas, Indonesia, melakukan konversi ke agama Budha antara 19651980-an. Tulisan ini mendiskusikan perubahan identitas aliran kepercayaan di Banyumas ke agama Budha pada periode tersebut. Fenomena ini dianalisis melalui pendekatan sejarah sosial untuk mengetahui upaya masyarakat Jawa di Banyumas dalam memperoleh identitas agama baru mereka. Temuan utama studi ini menunjukkan bahwa politik agama dan konflik politik selama masa Orde Lama hingga Orde Baru menjadi penyebab utama konversi agama mereka. Argumen dalam tulisan ini adalah bahwa konversi agama merupakan upaya pemosisian untuk melawan stereotip komunis pasca-Gerakan 30 September 1965. Kata kunci: identitas agama, konversi agama, stereotip komunis, Budha Jawa. 1 Pendahuluan Peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S) berdampak pada perubahan sosial dan politik. Penyelesaian peristiwa tersebut menjadi titik pertemuan antara upaya pembersihan komunis dengan pemberlakuan kebijakan terkait agama melalui Penetapan Presiden Nomor 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama. Peristiwa G30S juga berdampak terhadap kehidupan agama masyarakat Jawa, terbukti dengan adanya peningkatan jumlah penganut agama formal pada 19661969 [1]. Jumlah penganut Hindu dan KIBAR 2020, October 28, Jakarta, Indonesia Copyright © 2022 EAI DOI 10.4108/eai.28-10-2020.2315347