Preventif Journal Vol 5/No. 2/April/2021; p-ISSN: 2540-8283 e-ISSN: 2620-3294 DOI : http://dx.doi.org/10.37887/epj [TYPE HERE] [TYP 72 ANALISIS DAMPAK STRATEGI PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA TATANAN RUMAH TANGGA DI KECAMATAN LASOLO KABUPATEN KONAWE UTARA TAHUN 2021 Yunais Adsmi* 1 , Ruslan Majid 2 , Ramadhan Tosepu 3 1,2, 3 Fakultas Kesehatan Masyarakat UniversitasHalu Oleo *Penulis Korespondensi : Yunais Adsmi e-mail korespondensi : Yhuna.konut@gmail.com Abstrak Perilaku hidup bersih dan sehat adalah dasar pencegahan manusia dari berbagai penyakit. Upaya peningkatan PHBS Tatanan Rumah tangga telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Konawe Utara melalui penyuluhan kesehatan mengacu kepada 10 indikator program PHBS tatanan Rumah tangga. Namun upaya tersebut ternyata belum mampu meningkatkan program PHBS. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis Dampak strategi Promosi Kesehatan Terhadap peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Tatanan Rumah Tangga di Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Data yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam dan observasi lalu di analisis dengan metode content analysis. Hasil Penelitian menunjukan bahawa Proses advokasi telah memperoleh komitmen dan dukungan dari pihak-pihak terkait. Hasil dari advokasi dibuatnya fasilitas, sarana dan prasarana penunjang dan dibentuk desa siaga aktif penanggulangan kesehatan. Sehingga rutin diadakan layanan konseling, sosialisasi, penyuluhan serta kegiatan lomba PHBS. Kendala yang didapatkan masih kurangnya partisipasi dari masyarakat. Hasil dari bina suasana, masyarakat sudah membudayakan PHBS mulai dari yang paling sederhana mencuci tangan dan tidak membuang sampah sembarangan, dan menjaga lingkungan sekitar. Selain itu terdapat kader kesehatan yang mengkoordinir langsung masyarakat dan desa binaan yang menjadi icon dalam mempraktikkan PHBS. Dalam pemberdayaan masyarakat diadakan sosialisasi, promotif, preventif, serta memotivasi langsung dengan hadiah. Hal tersebut dilaksanakan dengan fasilitas yang telah dibuat seperti gedung posyandu, polindes serta menggunakan media leaflet, poster, spanduk, dan social media. Hasil dari pemberdayaan, masyarakat sudah mulai berperan aktif dalam program PHBS pada tatanan rumah tangga. Kata Kunci: PHBS, Advokasi Kesehatan, Bina Suasana, Pemberdayaan Masyarakat Abstract PHBS are the basis of human prevention of various diseases. Efforts to improve the Household Order PHBS have been conducted by the North Konawe Regency Government through health counseling referring to the 10 indicators of the Household Order PHBS program. However, these efforts have not been able to improve the PHBS program. The purpose of this study is to analyze the Impact of Health Promotion strategies on improving Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) on Household Settings in Lasolo Subdistrict, North Konawe Regency. The method used is qualitative research using phenomenological approach that produces descriptive data. Data obtained from in-depth interviews and observations and then analyzed by content analysis method. The results showed that the advocacy process has gained commitment and support from related parties. As a result of advocacy for the creation of supporting facilities, facilities and infrastructure and the establishment of an active standby village for health management. So that routinely held counseling services, socialization, counseling and phbs competition activities. The obstacles obtained are still the lack of participation from the community. Until now advocacy has been done optimally. As a result of the building of the atmosphere, the community has cultivated PHBS ranging from the simplest hand washing and not littering, and maintaining the surrounding environment. This is supported by the provision of handwashing facilities and trash cans in each hamlet. In addition, there are health cadres who directly coordinate the community and assisted villages that become icons in practicing PHBS. In community empowerment held socialization, promotion, preventive, as well as motivating directly with gifts. It is carried out with facilities that have been made such as posyandu building, polindes and using media leaflets, posters, banners, and social media. As a result of empowerment, the community has begun to play an active role in the PHBS program in the household setting. Keywords: Health Advocacy, Community Development, Community Empowerment.