1 PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH MILITER DENGAN PLAYSET PLASTIC CONSTRUCTION TOYS Tommy Antonio Steven, Andrian Dektisa H., Bernadette Dian Arini M Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Kristen Petra, Surabaya, Indonesia Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya Email: tommyasteven@gmail.com ABSTRAK Perancangan ini dilakukan untuk menyediakan media pembelajaran alternatif dan interaktif yang lebih menarik untuk mempelajari sejarah, sejarah militer pada khususnya. Media yang digunakan adalah plastic construction toys atau yang lebih di kenal sebagai Lego. Pelajaran sejarah yang sebenarnya untuk membantu anak-anak untuk mengetahui asal-usul dan jati diri bangsanya sekarang sering dilupakan atau diremehkan karena dinilai membosankan atau tidak berguna. Padahal sebenarnya banyak bisa diambil dari pelajaran sejarah. Dengan media plastic construction toys, diharapkan dapat meningkatkan kembali minat untuk mempelajari sejarah. Kata Kunci: Sejarah, Sejarah Militer, Plastic Construction Toys, Lego ABSTRACT Title: Designing of Military History Educational Media with Plastic Construction Toys This design is made to provide alternative learning and interactive media that is more interesting to learn history, military history in particular. The medium used is plastic construction toys, or better known as Lego. The lesson of history is actually to help the children to know the origin and identity of their nation is now often overlooked or underestimated because it is considered boring or useless. In fact, a lot can be learned from history. Plastic construction toys as the new medium, is expected to increase interest for studying history. Keywords: History, Military History, Plastic Construction Toys, Lego Pendahuluan Sejarah militer adalah sejarah yang mempelajari konfilk maupun perperangan (termasuk pelaksanaan operasi-operasi militer). Namun terkadang sebuah narasi mengenai kampanye militer dan pertempuran, serta pembelajaran mengenai pola dan prinsip pertempuran yang terkadang disebut sebagai “seni berperang” maupun “teori berperang”, bisa diceritakan dengan banyak gaya termasuk melalui pembelajaran sejarah militer. Menurut Stephen Morillo serta Michael F. Pavkovic (2013), sebuah “sejarah militer tidak hanya mempelajari perang, namun juga termasuk didalamnya personil militer dari segala macam posisi, pertempuran (baik di darat, laut, dan udara), institusi militer, serta interaksi dengan politik, ekonomi, sosial, alam dan budaya sebagai topik atau fokus utama” (p. 9). Implikasi dari definisi sejarah militer tersebut dibuktikan dengan banyaknya studi mengenai sejarah militer yang juga bisa diklasifikasikan sebagai studi mengenai sejarah politik, ekonomi, institusional, intelektual, sosial dan budaya. Ada tiga kelompok besar yang mempelajari sejarah militer, yaitu kelompok populer, kelompok akademik, dan anggota militer professional. Fungsi utama sejarah militer pada dasarnya sama dengan fungsi sejarah itu sendiri, yaitu menjawab pertanyaan sejarahwan mengenai apa yang terjadi di masa lalu. Pada kasus sejarah militer, ini berfokus pada aksi militer, konflik, institusi dan lain-lain yang membentuk perspektif tentang masa kini. Jadi bisa disimpulkan bahwa sejarah militer, sama seperti sejarah pada umumnya, merupakan dialog antara masa lalu dan masa kini (Stephen Morillo & Micahel F. Pavkovic, 2013).