ALTRUIS, e-ISSN 2620-5513, p-ISSN 2620-5505, Vol. 5, No. 1, April 2022, hal. 47-51 Abdimas Altruis : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat http://e-journal.usd.ac.id/index.php/ABDIMAS Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta 47 PENDAMPINGAN KEPADA SISWA SEKOLAH MENENGAH DI YOGYAKARTA DALAM PENERAPAN 5M SEBAGAI PERSIAPAN PEMBELAJARAN LURING Dina Christin Ayuning Putri 1 , Sri Hartati Yuliani 2 , Rini Dwiastuti 3 Universitas Sanata Dharma email: dinachristin@usd.ac.id https://doi.org/10.24071/aa.v5i1.3830 diterima 5 November 2021; diterbitkan 27 April 2022 Abstract The COVID-19 pandemic that has hit the whole world has affected various aspects of life, including education. Education during the pandemic is carried out online which has the potential to cause learning loss for students. Face-to-face learning is needed for students by considering all the risks. Preparation for offline learning is done by equipping students in implementing health protocols. This activity aims to equip students to be ready to carry out face-to-face learning by applying the ‘5M’ programs. Activities are carried out in the form of mentoring and discussion. The effectiveness of the activity was observed by comparing the pretest and posttest scores. The results show that the students' posttest scores are greater than the pretest scores, so it can be concluded that this activity is useful in adding students' knowledge of the ‘5M’ program as an effort to prevent COVID-19 transmission during face-to-face learning. Kata Kunci: Health protocols, offline learning, COVID-19 prevention PENDAHULUAN Virus SARS-CoV-2 atau yang sering dikenal dengan COVID-19 saat ini tengah melanda dunia, tanpa kecuali Indonesia. Virus ini berasal dari Wuhan yang dengan cepat menyebar ke seluruh dunia melalui droplet-droplet pada saat berbicara atau droplet yang menempel di berbagai benda, yang kemudian masuk ke tubuh manusia (Susilo et al., 2020). Baru-baru ini diketahui bahwa virus tersebut mengalami mutasi menjadi lebih mudah menyebar. Protokol kesehatan yang ketat diperlukan untuk mencegah penyebaran virus semakin meluas (Fitri et al., 2020). Pada awal virus COVID-19 menyebar, pemerintah sangat gencar mempromosikan gerakan 3M, yaitu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan menggunakan masker. Namun semakin berkembangnya virus tersebut, diperlukan gerakan yang lebih ketat. Saat ini gerakan 3M berubah menjadi 5M yang diharapkan dapat semakin menekan laju penularan COVID-19 yang bermutasi. Gerakan 5 M meliputi mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker dengan baik dan benar, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas (Astutik, 2020) Gerakan 5M ini masih harus selalu diterapkan di tengah masyarakat meskipun kegiatan vaksinasi telah mulai dilakukan sejak 13 Januari 2021 yang lalu. Hal ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat, karena tingkat kasus di Indonesia sendiri masih tinggi, sehingga jika hanya dengan vaksin saja dinilai tidak mampu membendung penyebaran tanpa didukung oleh kedisiplinan protokol kesehatan (Waseso, 2021). Hingga saat ini, masih sering ditemukan pelanggaran protokol kesehatan, khususnya dari kaum remaja. Kaum remaja dianggap rentan menularkan virus covid karena mobilitasnya yang tinggi dan kerap abai terhadap protokol kesehatan (Laxminarayan et al., 2020). Hal ini cukup meresahkan karena apabila proses vaksinasi yang saat ini masih akan berlangsung dan pada semester selanjutnya dilakukan pembelajaran luring, sedangkan remaja masih abai protokol kesehatan (5M) akan berpotensi menyebarkan virus antar teman, lalu ke keluarganya.