Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, Volume 4 Proceedings of Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto ISBN: 978-623-5729-14-5, ISSN: 2808-103X Proceedings homepage: https://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pssh/issue/view/13 Model Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Sri Haningsih Prodi Pendidikan Agama Islam, Jurusan Studi Islam, Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI), Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: DOI: 10.30595/pssh.v4i.301 Submitted: July 28, 2021 Accepted: November 11, 2021 Published: May 30, 2022 Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan budi pekerti dilakukan dengan adanya interaksi antaraguru, peserta didik, dan lingkungan yang melibatkan berbagai komponen pembelajaran yang telah didesain dan disediakan untuk proses pembelajaran. Oleh sebab itu, guru PAI dan Budi Pekerti diharapkan mampu mengelola berbagai komponen pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran dengan multi pendekatan dan metode yang efektif dan tepat gun, salah satunya dengan adanya integrasi dan interkoneksi domain kognitif, efktif, dan psikomorik serta multi bidang studi dan matapelajaran. Selain itu, adanya solusi terhadap problem yang dihadapi PAI antara lain masih ditemukan sebutan istilah PAI dan PI di beberapa Lembaga Pendidikan yang belum disiapkan konsep baku yang tervalidasi oleh Lembaga yang berwenang. Di samping adanya sebutan siswa dengan istilah peserta didik yang mengakibatkan sebagian besar siswa “pasif” berbeda dengan siswa sebagai subyek didik yang dibakukan secara legal formal dengan strategi pendekatan penjaminan mutu berbasis plan do chek and action (PDCA). This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Keywords: Internalisasi, Nilai, PAI, Budi Pekerti Corresponding Author: Sri Haningsih Prodi Pendidikan Agama Islam, Jurusan Studi Islam, Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI), Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Email: 924220102@uii.ac.id 1. PENDAHULUAN Para ahli Pendidikan muslim menyadari sepenuhnya bahwa pengajaran atau pembelajaran merupakan hal yang sangat unik dan kompleks, sebagaimana profesi-profesi lain, yang menuntut dimilikiya persyaratan-persyaratan tertentu oleh orang yang menekuninya. Sebagaimana dikemukakan Ibnu Abdun berkata, “Sesungguhnya pengajaran itu merupakan profesi yang membutuhkan pengetahuan, keterampilan dan kecermatan, karena ia sama halnya dengan pelatihan kecakapan yang memerlukan kiat, strategi dan ketelatenan, sehingga menjadi cakap dan profesional” (Ridla, 2002). Pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Mengingat pentingnya pendidikan bagi kehidupan manusia. Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin, memberikan perhatian serius terhadap perkembangan pendidikan bagi kelangsungan hidup manusia (Baharun, 2016) . Pendidikan dan pembelajaran menjadi perhatian serius seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan zaman, maka pendidikan dan pembelajaran harus diarahkan kepada pencapaian tujuan pendidikan, yaitu learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together (Fathurrohman, 2015). Proses pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) hingga saat ini masih ditemukan beberapa kendala. Di antaranya adalah: Pertama, Proses pendidikan di sekolah yang berlangsung selama ini lebih cenderung didominasi intelektualitas ( kognitif oriented), sehingga “hanya” menghasilkan output pendidikan yang cerdas intelektual, lemah pada aspek emosional bahkan aspek spiritualnya. (Widodo, 2018, hal. 110). Apabila faktor ini tidak dikondisikan disepakati oleh pemerhati pendidikan di manapun akan berakibat pada “kemandegan” pengembangan teori humanis religius. Yaitu teori yang sesuai dengan firman Allah Swt dalam salah satu firmanNya QS. Arra’d:11. Apalagi jika sampai membiarkan