` 101 ASSETS : Jurnal Akuntansi dan Pendidikan, Volume 5, Nomor 2, Oktober 2016 FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NIAT PADA PERILAKU NASABAH MENABUNG DI PERBANKAN SYARIAH DENGAN AGAMA SEBAGAI VARIABEL KONTROL Aglis Andhita Hatmawan STIE Dharma Iswara Madiun namaku.aglis@gmail.com Any Widiasmara STIE Dharma Iswara Madiun ABSTRACT: This study aims to determine the factors that influence the saving behavior of muslim community to use the Islamic banking in Madiun. Data collection was done by distributing questionnaires. A total of 360 questionnaires were distributed and the total of 320 questionnaires were returned Analyses were performed with PLS method. The results analyzes showed that attitude, Perceived bihavior control and subyek norm shows a influence is significant on intention. as well as the variables religiosity are taken as moderation couldn’t explain the relationship between and intention on saving behavior in Islamic banks. The study has implications for Islamic bank that can appropriately target the customers using islamic bank selection determinants that are valued by the customers. This paper is one of the few that has used a quanlitative approach to study saving behavior for Islamic banking. Furthermore, the paper employs this methodology in the context of madiun city, which enriches the studies done in this context and area. Key Word: Attitude, Subject Norm, Intention, Religiosity, Islamic Banks A. PENDAHULUAN Pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan asset perbankan syariah mencapai Rp149,3 triliun (BUS & UUS Rp145,6 triliun dan BPRS Rp3,7 triliun) atau tumbuh sebesar 51,1% (yoy) dari posisi tahun sebelumnya. Industri perbankan syariah mampu menunjukkan akselerasi pertumbuhan yang tinggi dengan rata-rata sebesar 40,2% pertahun dalam lima tahun terakhir (2007-2011), sementara rata-rata pertumbuhan perbankan nasional hanya sebesar 16,7% pertahun. Oleh karena itu, industri perbankan syariah dijuluki sebagai ‘the fastest growing industry’. Akselerasi pertumbuhan perbankan syariah yang jauh lebih tinggi dari pertumbuhan perbankan nasional berhasil meningkatkan porsi perbankan syariah dalam perbankan nasional menjadi 4,0%. Jika tren pertumbuhan yang tinggi industri perbankan syariah tersebut dapat dipertahankan, maka porsi perbankan syariah diperkirakan dapat mencapai 15%-20% dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. (Alamsyah 2012). Dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia diperkirakan mampu tumbuh menjadi salah satu negara dengan potensi perkembangan industri keuangan syariah yang sangat besar. Berdasar penilaian Global Islamic Finance Report (GIFR) 2013, Indonesia menduduki peringkat kelima negara dengan potensi pengembangan industri keuangan syariah setelah Iran, Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Namun secara nasional tingkat market share dan profitabilitas industri keuangan syariah di Indonesia dapat dikatakan masih relatif rendah dibanding perbankan konvensional.