Studi Numerik Propeller Kapal Selam 29 Meter dengan Menggunakan B-Series (Cahya Kusuma, I Made Ariana) 1 DESAIN PROPELLER KAPAL SELAM 29 METER DENGAN MENGGUNAKAN PROPELLER B-SERIES Numerical Study of 29-meter Submarine Propeller Using B-Series Cahya Kusuma 1 , I Made Ariana 1 1 Program Studi Teknik Sistem dan Pengendalian Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya Email: cahya_kusuma11@yahoo.co.id Diterima: 20 Juni 2017; Direvisi: 22 Juni 2017; Disetujui: 7 Juli 2017 Abstrak Kapal Selam Mini 29 Meter dengan diameter hull 3 meter dan displacement 130 T sangat cocok untuk perairan Indonesia Barat yang dangkal karena memiliki beberapa kelebihan. Perhitungan powering terutama tahanan kapal dilakukan dengan menggunakan metode MIT dan metode kapal pembanding untuk mendapatkan koefisien Admiral. Berdasar dari hasil perhitungan kedua metode tersebut dilakukan perancangan propeller. Propeller didesain dengan menggunakan Propeller B-series. Penggunaan propeller B-series lebih disebabkan karena kelengkapan data dan informasi performa seri tersebut bila dibandingkan dengan seri propeller lainnya. Dari analisa kebutuhan thrust dan ketersediaan daya mesin, maka propeller B5-60 ternyata layak dipakai sebagai propulsor Kapal Selam Mini 29 Meter. Kata kunci: kapal selam, powering, desain, propeller, layak Abstract Mini submarine 29 meters with a hull diameter of 3 meters and 130 T displacement is suitable for shallow water in western Indonesian territory. The powering calculation specially resistance calculation of the ship is carried out by using the MIT method and ship sister for calculating the Admiral coefficient. Based on the result from both method, designing propeller was to be done. The B-series Propeller was chosen as ship propulsion. The usage of this series is caused by the data and performance information are more complete compare with another series. From the thrust required and the power of the engine it is found that propeller B5-60 is suitable as propulsion of submarine 29 meters. Keywords: submarine, powering, design, propeller, suitable PENDAHULUAN Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia diapit oleh dua benua yaitu benua Asia dan Australia. Indonesia Timur dengan laut yang sangat dalam merupakan lempeng Australia. Sedangkan Indonesia Barat menjadi satu lempeng dengan benua Asia yang memiliki laut yang dangkal. Teknologi kapal selam merupakan teknologi yang sangat sensitif dan bersifat ekslusif nasional. Sebagian besar negara produsen kapala selam tidak mau berbagi teknologi yang mereka punyai, walaupun dengan negara sahabat maupun sekutunya sekalipun. Kapal selam maupun kapal permukaan merupakan SSAT atau Sistem Senjata Armada Terpadu yang terdiri dari kapal perang, pangkalan, pesawat udara dan marinir sebagai pasukan pendarat. Dengan SSAT yang mumpuni maka kemampuan Armada akan sangat disegani kawan dan ditakuti lawan. Dengan latar belakang perairan laut Indonesia Barat yang dangkal yang sangat sesuai untuk model peperangan gerilya