THE STORY OF GURIANG TUJUH IN THE BATIK WORK OF GUTA TAMARIN Arleti M. Apin DKV Study Program Institut Teknologi Harapan Bangsa Jl. Dipatiukur 84, Bandung arletimapin@gmail.com Abstrak Diantara sekian banyak Legenda dan mitos di Indonesia, salah satunya adalah Guriang tujuh. Di ma- sanya legenda dan mitos bermuatan ajaran atau pengetahuan dan disampaikan secara tutur dari generasi ke generasi. Cerita ini diangkat sebab berkaitan erat dengan seorang penguasa Nusantara yaitu Prabu Mundinglaya di Kusumah, mengenai kualitas seorang pemimpin yang tangguh, bermoral tinggi, mem- bela negara sepenuh hati. Kini cerita mitos maupun legenda ini mengalami kondisi penurunan popular- itas, terutama di lingkungan generasi muda. Cerita legenda penuh heroik ini sebenarnya amat menarik dan relefan untuk jadi idola kepahlawanan versi lokal di bangsa kita. Dengan mengangkat kembali cerita legenda ini di atas media kain batik diharapkan akan mampu mengarabkan kembali budaya yang bernilai ini. Melalui teknik eksplorasi batik guta tamarin, cerita ini diangkat dan diungkapkan kembali melalui sebuah reka rupa di atas kain, tentunya dapat dipergunakan sebagai busana atau dapat juga jadi karya pajang. Nilai sejarah kepahlawanan yang mulia ini dapat menginspirasi bagi generasi muda, terutama menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan pada budaya bangsanya. Sayang sekali bila potensi kearifan lokal ini hilang tergerus oleh jaman. Kata kunci: batik bercerita, kepahlawanan, guta tamarin, Guriang Tujuh Abstract Among the many legends and myths in Indonesia, Guriang Tujuh is one of them. In his time legends and myths contained teachings or knowledge and were conveyed orally from generation to generation. This story was raised because it was related to an Nusantara ruler, Prabu Mundinglaya DiKusumah, regard- ing his leaderhip quality, toughness, nobelity, defended the country wholeheartedly. Now these myths and legends are declining in popularity, especially among the younger generation. This heroic legend is actually very interesting and relevant to be a local version of heroism in our nation. By bringing back this legendary story on the media of batik cloth, it is hoped that it will be able to familiarize this valuable culture. Through the exploration technique of guta tamarin batik, this story is lifted and re-expressed through an image on cloth, of course it can be used as clothing or can also be a display work. This noble historical value of heroism can inspire the younger generation, especially to foster pride and love for the culture of their nation. It’s a shame if the potential for local wisdom is lost, eroded by time. Keywords: storytelling batik, heroism, guta tamarin, Guriang Tujuh